Harga minyak bergerak relatif stabil pada perdagangan Asia Kamis menjelang putaran ketiga pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa. Pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu hasil negosiasi yang dinilai akan sangat menentukan arah harga minyak dalam jangka pendek, terutama setelah reli beberapa pekan terakhir lebih banyak ditopang oleh premi risiko geopolitik.
Pada pukul 03:42 GMT, harga minyak Brent kontrak April tercatat naik tipis sekitar 0,3% ke level US$71,03 per barel. Sementara itu, minyak WTI menguat sekitar 0,2% menjadi US$65,55 per barel. Delegasi Amerika Serikat, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan bertemu dengan pejabat Iran guna membahas program nuklir dan rudal balistik Teheran.
Pemerintah Iran menyatakan peluang jalur diplomasi masih terbuka. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyebut solusi diplomatik masih dapat dicapai apabila kedua pihak tetap berkomitmen pada proses negosiasi yang konstruktif. Namun di sisi lain, Presiden Donald Trump kembali memberikan peringatan keras bahwa “hal buruk” dapat terjadi apabila pembicaraan tidak menghasilkan kemajuan berarti. Pernyataan tersebut membuat pasar tetap mewaspadai potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading komoditas energi global, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi transaksi secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan pergerakan harga minyak secara real-time.
Menurut analisis ING Group, apabila pembicaraan AS–Iran menghasilkan kesepakatan yang konstruktif, pasar berpotensi mengurangi premi risiko geopolitik secara bertahap hingga sekitar US$10 per barel. Sebaliknya, apabila negosiasi gagal, harga minyak masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi, terutama jika muncul ancaman nyata terhadap stabilitas kawasan atau pasokan energi global.
Selain faktor geopolitik, pasar juga mempertimbangkan kondisi fundamental pasokan minyak dunia. Iran merupakan salah satu produsen penting dalam aliansi OPEC+, sehingga gangguan distribusi minyak dari negara tersebut berpotensi langsung memengaruhi harga global. Risiko terbesar tetap berada di Strait of Hormuz, jalur strategis yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia melalui laut.
Namun apabila tensi geopolitik mereda, pelaku pasar memperkirakan fokus akan kembali bergeser pada kondisi fundamental yang dinilai mulai melemah, terutama jika OPEC+ memutuskan melanjutkan kenaikan produksi minyak mulai April. Rencana tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan OPEC+ akhir pekan ini.
Ikuti berbagai update market, analisis trading, dan berita ekonomi global terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.
