Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Praktik Nominee Dibidik! OJK Bongkar Struktur Kepemilikan Saham yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Langkah ini diyakini dapat memperjelas komposisi kepemilikan efek ekuitas di pasar sekaligus meningkatkan transparansi bagi investor publik. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Menurut pernyataan, “Kita ingin pasar modal kita semakin kredibel, berintegritas,. Selain itu, mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya..
Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat likuiditas sekaligus mengurangi konsentrasi kepemilikan yang terlalu sempit. Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
Berdasarkan informasi yang dihimpun, klasifikasi investor yang sebelumnya hanya sembilan kategori akan diperluas menjadi 25 kategori.
Menurutnya, struktur kepemilikan efek ekuitas akan didorong lebih terbuka sampai kepada pengendali akhir.
Dengan tujuan mencegah praktik nominee yang tersembunyi., dilakukan Langkah ini, ditambah lagi dengan dibarengi dengan penguatan pengawasan terhadap hubungan afiliasi. Selain itu, pihak pengendali.
Untuk perusahaan tercatat eksisting, kebijakan ini akan dilakukan secara transisi terukur Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa friderica atau akrab disapa Kiki menegaskan OJK bersama pemerintah akan membentuk satuan tugas percepatan reformasi integritas pasar modal guna memastikan implementasi rencana aksi berjalan konsisten.
Tak hanya soal struktur kepemilikan, regulator, ditambah lagi dengan menaikkan batas minimum free float dari tujuh,lima% menjadi lima belas% Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Sebagaimana diberitakan, selain itu, OJK, ditambah lagi dengan akan meningkatkan granularitas data investor Demikian informasi yang berhasil dihimpun..
Menurut sumber terpercaya, oJK mencatat pasar mulai merespons positif langkah reformasi tersebut dengan kembalinya aliran dana asing dalam beberapa waktu terakhir.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan penguatan transparansi hingga ke tingkat Ultimate Beneficial Owner (UBO) menjadi salah satu dari delapan rencana aksi reformasi pasar modal..
Reformasi ini, ditambah lagi dengan disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kredibilitas pasar modal Nusantara di tengah persaingan likuiditas kawasan..
Seandainya implementasi tata kelola dilakukan secara konsisten oleh seluruh pelaku pasar., konsekuensinya Meski demikian, regulator menekankan pemulihan kepercayaan hanya dapat terjaga.
Bahkan, investor dengan kepemilikan di atas satu% akan dipublikasikan melalui KSEI..
Dengan tujuan mendorong keterbukaan struktur kepemilikan hingga pengendali sebenarnya, disertai pengawasan terkait afiliasi atau hubungan pengendali untuk cegah praktik nominee yang tersembunyi,berikut pernyataannya: ” ujar Friderica dalam acara Market Outlook 2026 di pasar modal Efek Nusantara, Jakarta, Selasa (tiga/tiga/2026)., dilakukan “Penguatan transparansi UBO ini.
Jakarta, EWF PraxisΒ β Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat reformasi integritas pasar modal dengan membidik praktik nominee yang dinilai dapat mengaburkan struktur kepemilikan efek ekuitas di pasar modal..
Perkembangan terkait Praktik Nominee Dibidik! OJK Bongkar Struktur Kepemilikan Saham akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Ketegangan Timur Tengah Menghantui Pasar Saham Asia-Pasifik; Nikkei dan Hang Seng Melemah
- Kredit UMKM Melambat, OJK Beberkan Biang Keroknya
