0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar Tembus Rp16.910, Bos BI: Intevensi Tegas Dilakukan! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pasca perang AS-Israel dengan Iran menghambat ekspor energi dari Timur Tengah, kemudian Harga minyak. Selain itu, gas global pun melonjak.

Sebagaimana diberitakan, situasi ini membuat ketidakpastian di pasar global meningkat tajam. Selain itu, mendorong pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko..

Jakarta, EWF Praxis – Nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali tertekan pada hari ini, Rabu (empat/tiga/2026).

Prioritas diberikan pada Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih banyak dipengaruhi oleh sentimen eksternal,, terutama Fokus utama pada meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat,. Selain itu, Israel,.

Destryย menyatakan intervensi yang tegas. Selain itu, konsisten akan terusย BI lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder. Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..

Pasca serangan Israel. Selain itu, AS ke sejumlah target di Iran memicu kekhawatiran baru terhadap lonjakan kenaikan harga umum dan gangguan pasokan energi., kemudian Tekanan di pasar, ditambah lagi dengan muncul.

Dengan tujuan mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah., dilakukan Destry Damayanti, Deputy Gubernur Senior Bank Nusantara menyatakan bahwa Bank Nusantara akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB, terpantau masih berada di zona hijau dengan kenaikan nol,lima belas% ke level 99,200..

Dalam perkembangannya, kondisi ini pada akhirnya memperkuat permintaan terhadap dolar AS. Selain itu, memberi tekanan pada mata uang negara lain, termasuk mata uang emerging markets seperti rupiah..

Pasca pada perdagangan kemarin, Selasa (tiga/tiga/2026), rupiah berhasil menutup hari dengan penguatan tipis nol,03% ke posisi dana Rp16 .850/US$., kemudian Adapun, pelemahan ini terjadi.

Dampak dari Hal ini disebabkan oleh masih dipandang sebagai aset safe haven adalah Di tengah kondisi tersebut, dolar AS kembali menguat.

“Pelemahan rupiah masih aligned dgn regional, secara MTD melemah nol,51%, relatif lebih baik dibandingkan regional.

Dalam perkembangannya, minat investor terhadap dolar pun meningkat seiring pasar global bergerak ke mode risk-off..

Berdasarkan informasi yang dihimpun, cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 154,enam milyar akhir pada Januari 2026. Selain itu, arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah senilai Rp25 ,tujuh triliun,” kata Destry, dalam pernyataan resmi, Rabu (empat/tiga/2026)..

Sebagaimana diberitakan, melansir Refinitiv, mata uang Garuda dibuka di level senilai Rp16 .910/US$ atau melemah sebesar nol,36%. Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..

Data terkini menunjukkan bahwa tidak hanya itu, memaksa penghentian produksi di sejumlah negara, mulai dari Qatar hingga Irak., ditambah lagi dengan melengkapi Serangan Teheran terhadap kapal. Selain itu, fasilitas energi juga mengganggu jalur pelayaran di kawasan Teluk.

Perkembangan terkait Dolar Tembus Rp16.910, Bos BI: Intevensi Tegas Dilakukan! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *