Harga emas kembali menguat pada perdagangan Rabu (4/3) setelah investor memanfaatkan pelemahan harga pada sesi sebelumnya di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat perang di Timur Tengah yang telah memasuki hari kelima. Permintaan terhadap aset safe haven kembali meningkat seiring pasar global masih dibayangi risiko eskalasi konflik dan ketidakstabilan ekonomi.
Pada perdagangan terbaru, spot gold tercatat naik sekitar 2,2% dan diperdagangkan di kisaran US$5.198,58 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat menguat sekitar 1,7% ke level US$5.211,20 per ons. Kenaikan ini memulihkan sebagian kerugian yang terjadi pada sesi sebelumnya ketika pasar sempat melakukan aksi ambil untung.
Sebelumnya, reli emas sempat tertahan akibat kombinasi beberapa faktor yang kurang mendukung, seperti penguatan dolar AS, kenaikan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta lonjakan harga energi global yang kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Tekanan inflasi yang meningkat biasanya menjadi tantangan bagi emas karena Federal Reserve cenderung mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam lingkungan suku bunga tinggi, daya tarik emas sebagai aset non-yielding menjadi relatif berkurang dibandingkan instrumen investasi berbunga.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading logam mulia maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.
Volatilitas di pasar keuangan global juga ikut memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek. Aksi jual tajam di pasar saham pada Selasa disebut memaksa sebagian investor melikuidasi posisi di berbagai aset untuk memenuhi kebutuhan margin, sehingga membuat pergerakan emas menjadi lebih fluktuatif meskipun statusnya sebagai aset safe haven tetap kuat.
Selain emas, pemulihan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak dilaporkan ikut menguat tajam setelah mengalami tekanan besar pada sesi sebelumnya. Reuters mencatat spot silver diperdagangkan di sekitar US$86,57 per ons pada pembaruan perdagangan pagi waktu AS.
Pasar kini terus memantau apakah premi risiko geopolitik akibat konflik Timur Tengah cukup kuat untuk mempertahankan harga emas di level tinggi, atau justru kembali tertekan oleh penguatan dolar AS, kenaikan yield obligasi, serta perubahan ekspektasi suku bunga akibat meningkatnya risiko inflasi energi global.
Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.
