0 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

Harga minyak memangkas sebagian kenaikan pada perdagangan Rabu (4/3) setelah muncul laporan bahwa Iran secara tidak langsung menghubungi Amerika Serikat untuk membahas syarat penghentian perang di Timur Tengah. Meski begitu, pasar energi global masih dibayangi risiko gangguan pasokan karena konflik di kawasan belum benar-benar mereda.

Minyak Brent bertahan di sekitar level US$81 per barel setelah sebelumnya melonjak tajam dalam dua sesi terakhir. Pergerakan harga kini dipengaruhi tarik-menarik antara harapan de-eskalasi konflik dan kekhawatiran terhadap gangguan fisik rantai pasok energi global yang masih berlangsung.

Laporan dari The New York Times menyebut operator Kementerian Intelijen Iran menghubungi CIA melalui badan intelijen negara lain untuk menawarkan pembicaraan. Sinyal diplomatik ini sempat membantu meredakan sebagian premi risiko di pasar minyak, namun belum cukup untuk menghilangkan kekhawatiran investor terhadap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading komoditas energi global, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan pergerakan harga energi secara real-time.

Dari sisi infrastruktur energi, Saudi Arabia melaporkan adanya upaya serangan terhadap kilang minyak Ras Tanura. Pemerintah Saudi juga mengonfirmasi pengalihan sebagian pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia menuju Laut Merah sebagai langkah untuk menjaga kelangsungan distribusi energi. Sementara itu di Asia, salah satu kilang minyak India dilaporkan menghentikan ekspor bahan bakar karena lonjakan harga global.

Konflik antara AS–Israel dan Iran terus memicu volatilitas tinggi di pasar minyak dunia. Serangan dan aksi balasan di negara-negara Teluk memaksa sebagian produsen mengurangi output produksi dan mengganggu lalu lintas energi di Strait of Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dan LNG dunia.

Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa US International Development Finance Corporation akan menawarkan dukungan asuransi untuk kapal tanker guna menjaga kelancaran arus energi global. Pemerintah AS bahkan membuka kemungkinan pengawalan laut apabila dibutuhkan. Meski demikian, industri pelayaran menilai langkah tersebut masih bersifat sementara karena detail implementasi kebijakan belum sepenuhnya jelas.

Pasar juga mulai memperhatikan kondisi kapasitas penyimpanan minyak yang dilaporkan semakin penuh di sejumlah lokasi utama. Kayrros menyebut fasilitas penyimpanan di Arab Saudi mulai cepat terisi, sementara Goldman Sachs memperkirakan harga Brent berpotensi bertahan di kisaran US$80-an sepanjang Maret di tengah kombinasi risiko geopolitik dan potensi pemangkasan produksi.

Pada perdagangan pukul 08:35 waktu New York, Brent kontrak Mei diperdagangkan di sekitar US$81,56 per barel, sementara WTI April berada di kisaran US$74,36 per barel. Investor diperkirakan masih akan terus memantau perkembangan diplomasi Iran–AS dan stabilitas jalur distribusi energi global dalam beberapa hari ke depan.

Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *