0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Harga emas bergerak melemah tipis pada perdagangan Kamis (5/3) setelah sebelumnya sempat mendekati level US$5.200 per ons di awal sesi. Koreksi terjadi seiring munculnya aksi ambil untung dari investor bersamaan dengan penguatan dolar AS usai rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang memperkuat pandangan suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Pada perdagangan pukul 08:50 ET (13:59 GMT), harga spot gold tercatat turun sekitar 0,4% ke level US$5.121,05 per ons. Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS, di mana indeks dolar naik sekitar 0,3% ke posisi 99,11. Penguatan tersebut ditopang oleh kombinasi permintaan safe haven dan perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Dari sisi data ekonomi, pasar mencermati laporan klaim pengangguran mingguan AS yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja masih relatif stabil. Initial jobless claims tercatat tetap di level 213.000 untuk pekan yang berakhir 28 Februari, sejalan dengan ekspektasi pasar. Sementara itu, continuing claims naik sekitar 46.000 menjadi 1,868 juta, yang mengindikasikan sebagian pekerja membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendapatkan pekerjaan.

Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Ekspektasi suku bunga tinggi biasanya menjadi faktor negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga lainnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading logam mulia maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.

Meski mengalami koreksi, harga emas masih mendapat dukungan dari meningkatnya premi risiko geopolitik akibat konflik di Timur Tengah yang kini memasuki hari keenam. Ketidakpastian global masih membuat investor mempertahankan sebagian kepemilikan aset safe haven sebagai langkah perlindungan terhadap volatilitas pasar.

Namun pergerakan pasar menunjukkan sebagian investor mulai mengonversi posisi ke bentuk kas di tengah tingginya volatilitas, sehingga tekanan jangka pendek terhadap emas tetap muncul meskipun fundamental safe haven masih cukup kuat. Kondisi ini membuat pergerakan emas menjadi lebih sensitif terhadap perubahan arah dolar AS dan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak turun sekitar 1,1% ke level US$82,618 per ons, sementara platinum melemah sekitar 0,1% ke posisi US$2.152,400 per ons. Pelemahan tersebut mencerminkan tekanan yang relatif serupa akibat penguatan dolar AS serta fase konsolidasi setelah pergerakan tajam dalam beberapa sesi terakhir.

Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *