0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa setelah pelemahan pada sesi sebelumnya hanya dianggap sebagai jeda sementara di tengah reli panjang akibat konflik AS–Israel melawan Iran. Pelaku pasar kembali memusatkan perhatian pada ancaman gangguan pasokan energi global, terutama karena kondisi keamanan di jalur strategis Selat Hormuz masih sangat tegang.

Minyak acuan global Brent bertahan di atas level psikologis US$100 per barel seiring efektifnya penutupan jalur pelayaran Hormuz akibat tekanan dari Teheran. Pada perdagangan Selasa sore waktu AS, Brent tercatat naik sekitar 3,2% ke level US$103,38 per barel, sementara WTI menguat sekitar 3,1% menjadi US$95,31 per barel.

Ikuti perkembangan market global, analisa komoditas, dan update ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis serta akses seluruh kanal resmi perusahaan di Linktree Equityworld Praxis.

Sebelumnya, harga minyak sempat terkoreksi pada Senin setelah muncul laporan bahwa beberapa kapal berhasil melintasi Selat Hormuz. Namun pasar menilai arus pelayaran tersebut masih sangat terbatas dan belum cukup untuk mengubah kondisi utama pasar energi global. Risiko serangan dan ancaman keamanan terhadap kapal tanker masih dinilai tinggi sehingga pelaku pasar tetap mempertahankan premi risiko pada harga minyak.

Presiden AS Donald Trump kembali meminta dukungan negara-negara sekutu untuk membantu mengamankan jalur pelayaran di Hormuz. Namun sejumlah negara NATO disebut belum memberikan dukungan signifikan. Di sisi lain, Iran meningkatkan tekanan dengan mengancam akan menyerang kapal-kapal yang dianggap membawa kepentingan ekonomi bagi AS dan sekutunya.

Kondisi tersebut membuat banyak perusahaan pelayaran mulai mengurangi atau menghentikan aktivitas melalui Selat Hormuz karena tingginya risiko keselamatan dan mahalnya biaya asuransi. Beberapa produsen energi besar di kawasan Teluk juga mulai mengalihkan jalur distribusi maupun menyesuaikan tingkat produksi guna menghadapi hambatan logistik yang terus berlangsung.

Risiko keamanan kembali menjadi sorotan setelah sebuah proyektil dilaporkan mengenai kapal tanker di dekat pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab. Meski kerusakan yang terjadi dilaporkan ringan, insiden tersebut mempertegas bahwa ancaman terhadap jalur pelayaran energi global masih belum mereda dan tetap menjadi faktor utama penggerak harga minyak saat ini.

Selama ketegangan geopolitik dan gangguan distribusi di Selat Hormuz belum membaik, volatilitas harga minyak diperkirakan masih akan tetap tinggi. Pasar kini akan terus memantau perkembangan konflik serta langkah negara-negara besar dalam menjaga stabilitas pasokan energi dunia.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan pula berita ekonomi dan market update terbaru lainnya melalui Newsmaker Indonesia.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *