Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Minyak Makin “Panas”, Diserang Iran, Harga Terbang 5% yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Melansir dari Reuters, lonjakan harga minyak dipicu oleh eskalasi besar dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat. Selain itu, Israel.
Mengacu data Refinitiv, pada Kamis (sembilan belas/tiga/2026) pukul 09.lima belas WIB, harga minyak jenis Brent melonjak ke US$112,74 per barel, naik signifikan dari posisi penutupan sebelumnya di US$107,38 per barel Demikian informasi yang berhasil dihimpun..
Irak mulai kembali menyalurkan ekspor minyak dari ladang Kirkuk ke pelabuhan Ceyhan, Turki, dengan kapasitas awal 250 ribu barel per hari Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Jika ditarik ke awal pekan, Brent telah melonjak dari kisaran US$100,21 (enam belas periode Maret) ke atas US$110, menandakan lonjakan lebih dari sepuluh% hanya dalam hitungan hari.Β .
Analis dari SEB, Ole Hvalbye, menyebut bahwa serangan terhadap infrastruktur energi akan terus menjadi bahan bakar kenaikan harga minyak.
Situasi ini memperbesar risiko gangguan pasokan energi global..
Pasca sempat terganggu, kemudian Konsekuensi dari kebakaran memicu Libya, ditambah lagi dengan mulai mengalihkan aliran dari ladang Sharara.
Kenaikan ini memperpanjang reli harga dalam beberapa hari terakhir.
Bahkan, estimasi pemangkasan produksi di Timur Tengah kini mencapai tujuh-sepuluh juta barel per hari, atau sekitar tujuh-sepuluh% dari permintaan global angka yang sangat signifikan bagi keseimbangan pasar..
Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada di US$98,64 per barel,, ditambah lagi dengan menguat dibandingkan penutupan sebelumnya di US$96,32 per barel..
Kali ini lonjakannya terasa seperti lompatan tajam di tengah ketegangan geopolitik yang makin membara di Timur Tengah..
// .
Jalur ini menangani sekitar dua puluh% pasokan minyak. Selain itu, LNG global.
Sementara itu, Amerika Serikat mencoba meredam lonjakan harga domestik dengan melonggarkan aturan pengiriman bahan bakar. Selain itu, membuka akses tambahan distribusi Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
Di sisi lain, ada sedikit kabar penyeimbang dari sisi pasokan.
Jakarta, EWFΒ Nusantara- Harga minyak dunia kembali menunjukkan taringnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, konflik ini telah mengganggu jalur vital energi dunia, yakni Selat Hormuz.
Sebagaimana diberitakan, konsekuensi dari hantaman rudal memicu Fasilitas energi di Ras Laffan, Qatar, dilaporkan mengalami kerusakan signifikan.
Iran dilaporkan meluncurkan serangan ke sejumlah fasilitas energi di kawasan Teluk, termasuk di Qatar. Selain itu, Arab Saudi, sebagai respons atas serangan terhadap ladang gas South Pars salah satu yang terbesar di dunia..
Dengan tujuan meredam tekanan harga., dilakukan Namun tambahan pasokan ini dinilai belum cukup.
Dengan terganggunya distribusi, pasar langsung merespons dengan lonjakan harga yang agresif..
Namun langkah ini dinilai hanya berdampak terbatas terhadap harga global..
Menurut sumber terpercaya, arab Saudi, ditambah lagi dengan mengonfirmasi berhasil mencegat sejumlah rudal balistik. Selain itu, drone yang mengincar fasilitas gas mereka.
Perkembangan terkait Minyak Makin “Panas”, Diserang Iran, Harga Terbang 5% akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- BTPN Syariah (BTPS) Cetak Laba Rp1,2 T Tahun 2025, Naik 13%
- Harga Longsor Tajam, BEI Gembok Saham Agro Bahari Nusantara (UDNG)
