Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Trump Ancam Bikin Iran ‘Gelap’ dalam 48 Jam, Bursa Asia Ambruk yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Tidak hanya itu, infrastruktur energi. Selain itu, minyak di seluruh wilayah akan dianggap sebagai target yang sah dan akan dihancurkan secara permanen, dan harga minyak akan naik dalam jangka waktu yang lama,menurut pernyataan, ” ujar Ghalibaf dalam sosial media X dikutip Senin (23/tiga/2026)., ditambah lagi dengan melengkapi “Infrastruktur penting.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa serangan terhadap pembangkit listrik negaranya akan langsung dibalas dengan serangan ke infrastruktur energi. Selain itu, minyak di seluruh kawasan..
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun lebih dari satu,delapan% pada perdagangan awal Asia.
Sementara Indeks Nikkei 225 Jepang turun empat% pada pembukaan sementara indeks Topix yang lebih luas turun dua,delapan%. Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..
Dalam kondisi AS benar-benar melancarkan serangan., maka Pemerintahnya mengancam akan menargetkan infrastruktur energi. Selain itu, fasilitas desalinasi di kawasan Teluk.
Seperti yang diketahui, Selat Hormuz merupakan arteri penting bagi distribusi energi global..
Lalu Indeks efek ekuitas unggulan Korea Selatan Kospi anjlok empat,enam%. Selain itu, indeks efek ekuitas berkapitalisasi kecil Kosdaq turun tiga,tujuh%.
Kemudian Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka, ditambah lagi dengan diperkirakan akan dibuka lebih rendah, berada di 24.725, dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks di 25.277,32..
Harga minyak mentah sebagian besar stabil pada jam perdagangan awal Senin.
Jakarta, EWF Praxis – Pasar efek ekuitas Asia-Pasifik kompak melemah pada perdagangan awal pekan, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah antara Amerika Serikat. Selain itu, Iran. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Dengan tujuan meningkatkan aksi militer., kemudian Melansir EWF Internasional, pelaku pasar mencermati eskalasi konflik yang memasuki pekan keempat,, dilakukan Pasca kedua negara saling melontarkan ancaman.
Dalam kondisi Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz secara penuh dalam waktu 48 jam pada Sabtu (21/tiga/2026) lalu, maka kepala negara Donald Trump menyatakan akan disebutkan dalam keterangan, “menghancurkan” pembangkit listrik. Selain itu, membuat Iran terancam gelap gulita.
Tak sampai disitu, pada Minggu (22/tiga/2026) Ghalibaf memperluas ancaman tersebut kepada para pemegang obligasi pemerintah AS, memperingatkan bahwa entitas keuangan yang membeli obligasi pemerintah Amerika. Selain itu, seperti yang dikutip, “membiayai anggaran militer AS” akan dianggap sebagai target yang sah, bersama dengan pangkalan militer..
Dari hasil penelusuran, minyak mentah West Texas Intermediate AS turun nol,enam% menjadi US$97,64 per barel..
Minyak mentah Brent turun nol,25% menjadi US$111,97 per barel pada pukul sembilan belas.enam belas EST.
Iran pun merespons keras ultimatum tersebut.
Perkembangan terkait Trump Ancam Bikin Iran ‘Gelap’ dalam 48 Jam, Bursa Asia Ambruk akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Harga Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Kebijakan The Fed
- Mobil Listrik China Bisa Isi Daya 5 Menit, Negara Lain Tertinggal Jauh
