0 0
Read Time:2 Minute, 7 Second

Harga emas melonjak sekitar 4% ke area US$4.580 per troy ounce pada perdagangan Rabu (25/3), menandai upaya pemulihan setelah logam mulia sempat mengalami tekanan tajam dalam beberapa sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi ketika pasar kembali menilai ulang risiko geopolitik dan inflasi global di tengah perubahan cepat sentimen pasar internasional.

Secara historis, emas dikenal sebagai aset safe haven yang cenderung menguat saat ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi meningkat. Namun sejak perang antara Israel dan AS dimulai, harga emas justru sempat terkoreksi sekitar 13%. Banyak pelaku pasar menilai penurunan tersebut lebih disebabkan faktor positioning dan aksi ambil untung setelah reli besar emas yang mencapai sekitar 51% dalam 12 bulan terakhir.

Sentimen pasar mulai membaik setelah Donald Trump memberi sinyal bahwa Iran menawarkan sebuah β€œhadiah” terkait sektor minyak dan gas. Selain itu, mediator dari Turkey, Egypt, dan Pakistan juga mendorong pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran untuk segera dilaksanakan.

Perkembangan diplomasi tersebut membantu menurunkan tensi pasar yang sebelumnya bergerak sangat defensif. Pelaku pasar mulai kembali masuk ke aset-aset safe haven setelah volatilitas di pasar energi dan keuangan mulai sedikit mereda dibanding sesi sebelumnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading emas maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.

Menurut analis ING Group, penguatan emas kali ini juga didukung kombinasi pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak dunia. Ketika tekanan inflasi energi mulai mereda dan dolar bergerak lebih lemah, biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah sehingga mendukung kenaikan harga logam mulia.

Meski demikian, ING mengingatkan bahwa pergerakan emas masih berpotensi volatil dalam jangka pendek. Sejumlah bank sentral dari negara-negara yang rentan terhadap lonjakan biaya energi disebut mungkin mempertimbangkan penggunaan cadangan emas untuk membantu stabilisasi mata uang domestik mereka.

Jika aksi jual institusional tersebut benar-benar terjadi, reli emas dapat menghadapi hambatan baru. Karena itu, arah pergerakan emas ke depan dinilai masih sangat bergantung pada perkembangan diplomasi Timur Tengah, stabilitas pasar energi global, serta arah kebijakan moneter dan likuiditas internasional.

Pasar kini terus memantau apakah upaya de-eskalasi geopolitik benar-benar berlanjut atau justru kembali memanas. Selama ketidakpastian global masih tinggi, emas diperkirakan tetap menjadi salah satu aset utama pilihan investor untuk lindung nilai terhadap risiko pasar.

Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar global lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *