0 0
Read Time:2 Minute, 35 Second

Harga minyak kembali melonjak pada perdagangan Kamis (26/3) setelah pasar energi menerima sinyal yang saling bertolak belakang terkait peluang de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Investor tetap berhati-hati karena Iran dilaporkan masih meninjau proposal dari United States untuk mengakhiri perang, sementara ketidakpastian geopolitik belum benar-benar mereda.

Pada perdagangan pagi, kontrak Brent pengiriman Mei yang menjadi acuan global naik sekitar 4,0% ke level US$106,34 per barel. Sementara itu, minyak mentah WTI asal AS menguat sekitar 3,7% ke posisi US$93,66 per barel. Kenaikan ini memperpanjang volatilitas tinggi yang telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir akibat gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk Persia.

Pasar saat ini masih menunggu kepastian arah diplomasi antara Washington dan Teheran. Beberapa laporan menyebut pejabat Iran sedang mengevaluasi proposal perdamaian yang didukung AS, namun pemerintah Iran secara terbuka membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington dan menegaskan masih terdapat banyak perbedaan besar yang belum terselesaikan.

Ketidakjelasan tersebut membuat pelaku pasar tetap memasang premi risiko tinggi pada harga minyak. Investor khawatir bahwa setiap kegagalan diplomasi dapat memicu eskalasi baru yang berpotensi mengganggu distribusi energi global dalam skala lebih besar.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading minyak, emas, maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading secara langsung melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara real-time.

Harga minyak sebelumnya sempat turun pada Rabu setelah muncul laporan mengenai kemungkinan negosiasi damai antara AS dan Iran. Namun sentimen pasar kembali berubah setelah sejumlah pejabat AS memperingatkan bahwa Washington dapat mengambil langkah yang lebih keras apabila Iran tidak menunjukkan sikap konstruktif dalam pembahasan konflik.

Di sisi lain, Donald Trump dilaporkan ingin melihat perang segera berakhir. Meski begitu, pasar masih memandang risiko geopolitik tetap tinggi karena perkembangan situasi di lapangan bergerak sangat cepat dan penuh ketidakpastian.

Fokus utama investor juga tertuju pada Selat Hormuz, jalur transit vital yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak dunia. Ancaman serangan terhadap kapal tanker di kawasan tersebut membuat jalur pelayaran energi global disebut secara efektif sangat terganggu dan berisiko menekan pasokan minyak internasional.

Brent sendiri sempat melonjak mendekati US$120 per barel pada awal bulan akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Meski kini harga bergerak lebih rendah dari puncaknya, minyak masih bertahan jauh di atas level sebelum konflik pecah pada akhir Februari.

Kondisi ini mulai memicu kekhawatiran baru terkait inflasi global. Kenaikan harga energi berpotensi mendorong biaya produksi dan transportasi di berbagai negara, sehingga bank sentral dunia kemungkinan akan kembali mempertimbangkan kebijakan suku bunga yang lebih ketat untuk mengendalikan tekanan harga.

Analis menilai, apabila gangguan pasokan energi berlangsung lebih lama, dampaknya terhadap ekonomi global bisa menyerupai tekanan besar yang terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Karena itu, arah harga minyak dalam jangka pendek diperkirakan masih sangat sensitif terhadap perkembangan diplomasi, keamanan jalur energi, dan keputusan politik dari negara-negara besar.

Ikuti update market, analisis trading, dan berita ekonomi global terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan perkembangan pasar komoditas lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *