Harga emas kembali melemah pada sesi awal Eropa Kamis (26/3) setelah sempat mencatat pemulihan tipis dalam dua sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar akibat pernyataan yang saling bertolak belakang antara Amerika Serikat dan Iran terkait peluang berakhirnya konflik di Timur Tengah, sehingga membuat sentimen terhadap logam mulia kembali tertekan. Informasi lebih lanjut mengenai perusahaan dan layanan dapat diakses melalui PT Equityworld Futures Praxis Surabaya https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis.
Ketidakpastian semakin dalam setelah Gedung Putih menegaskan bahwa pembicaraan damai dengan Iran masih berlangsung, sementara Teheran secara terbuka menolak pendekatan tersebut dan mengajukan syaratnya sendiri. Di saat yang sama, Washington juga dilaporkan menambah ribuan personel militer ke kawasan Timur Tengah, yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik, termasuk kemungkinan operasi darat yang lebih luas.
Dari sisi pasar, harga emas sempat turun hingga sekitar 2% dan jatuh di bawah level US$4.420 per ons, menghapus sebagian besar kenaikan dari dua hari sebelumnya. Tekanan juga datang dari perubahan korelasi aset, di mana emas mulai bergerak searah dengan saham dan berlawanan dengan minyak. Kenaikan harga energi akibat gangguan pasokan turut memperkuat kekhawatiran inflasi global dan menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas. Pembaruan analisis pasar dan informasi terkini dapat diikuti melalui Linktree resmi https://linktr.ee/ewfprx.
Selain faktor geopolitik, tekanan tambahan juga datang dari ekspektasi kebijakan moneter global. Lonjakan harga energi membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral, termasuk The Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bersikap hawkish. Namun, risiko perlambatan ekonomi di AS juga mulai meningkat, dengan sejumlah lembaga Wall Street memangkas proyeksi pertumbuhan sambil menaikkan estimasi inflasi dan pengangguran, yang turut memperbesar probabilitas resesi.
Di pasar komoditas lain, harga minyak justru mengalami penguatan setelah parlemen Iran membahas rancangan aturan terkait biaya keamanan bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Situasi ini turut memengaruhi sentimen pasar Asia yang sempat menguat namun kembali berbalik melemah. Pelaku pasar juga dapat memantau update cepat melalui Instagram https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official serta mencoba simulasi trading melalui akun demo https://demo.ew-futures.com/login.
Secara keseluruhan, tekanan terhadap emas masih didominasi oleh ketidakpastian geopolitik dan perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga global. Arus keluar dari produk ETF berbasis emas juga memperburuk tekanan, dengan puluhan ton kepemilikan dilaporkan dilepas sejak konflik berlangsung. Untuk pembaruan berita dan analisis ekonomi lainnya dapat diikuti melalui https://www.newsmaker.id.
