0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Harga perak (XAG/USD) melemah setelah sempat naik lebih dari 2% pada sesi sebelumnya, dengan pergerakan diperdagangkan di sekitar $34,30 per troy ounce pada sesi Asia Jumat (28/3). Meskipun terkoreksi, permintaan terhadap aset safe haven seperti perak masih relatif kuat di tengah meningkatnya sentimen penghindaran risiko global.

Tekanan pasar terutama dipicu oleh meningkatnya ketegangan perdagangan setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 25% untuk mobil dan suku cadang impor. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan eskalasi perang dagang yang lebih luas, dengan Uni Eropa dan Kanada disebut mulai mempertimbangkan langkah balasan yang dapat memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi global.

Dalam kondisi tersebut, perak sebagai aset tanpa imbal hasil tetap mendapat dukungan dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil Treasury tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing berada di sekitar 3,99% dan 4,34%, yang membantu menjaga daya tarik logam mulia di pasar. Namun, tekanan jangka menengah tetap muncul dari kekhawatiran fiskal AS setelah Moody’s memperingatkan bahwa kombinasi tarif dan pemotongan pajak dapat memperlebar defisit dan memengaruhi peringkat utang, yang pada akhirnya bisa mendorong kenaikan imbal hasil. Untuk informasi pasar dan profil perusahaan dapat diakses melalui PT Equityworld Futures Praxis Surabaya https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis serta pembaruan media sosial melalui https://linktr.ee/ewfprx.

Dari sisi data ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh 2,4% secara tahunan pada kuartal IV 2024, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi 2,3%. Sementara itu, fokus pasar kini tertuju pada rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang merupakan indikator inflasi favorit Federal Reserve dan akan menjadi petunjuk penting arah kebijakan moneter berikutnya.

The Fed sendiri dalam pertemuan terakhir mempertahankan suku bunga, namun masih membuka peluang dua kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun. Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Susan Collins dan Thomas Barkin, menekankan bahwa ketidakpastian kebijakan perdagangan dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menentukan langkah berikutnya. Pelaku pasar juga dapat mengikuti update melalui Instagram https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official serta mencoba simulasi trading di https://demo.ew-futures.com/login.

Secara keseluruhan, perak masih bergerak dalam keseimbangan antara tekanan teknikal jangka pendek dan dukungan fundamental dari ketidakpastian global, di mana arah selanjutnya sangat bergantung pada data inflasi PCE dan perkembangan kebijakan perdagangan AS. Untuk berita dan analisis ekonomi lainnya dapat diakses melalui https://www.newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *