Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait GOTO Beri Penjelasan Lengkap soal Wadirut Jual Saham, Ini Isinya! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Jakarta, EWF PraxisΒ – Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memberikan penjelasan terkait dengan pemberitaan Wakil Direktur Utama GoTo Catherine Hindra Sutjahyo yang baru-baru ini melakukan penjualan efek ekuitas perseroan..
Berdasarkan perjanjian antara GPF. Selain itu, Catherine Hindra Sutjahyo, opsi efek ekuitas yang dilaksanakan oleh Catherine Hindra Sutjahyo pada enam belas periode Maret 2026 merupakan opsi efek ekuitas dengan harga pelaksanaan Rp2 per efek ekuitas.
“Sebagaimana telah diungkapkan oleh Catherine Hindra Sutjahyo pada Laporan Kepemilikan efek ekuitas No.
Adapun terkait penetapan harga opsi efek ekuitas Catherine di Rp2 . Selain itu, penjualan di Rp52 , GOTO memaparkan hal tersebut sudah diungkap dalam prospektus Penawaran Perdana efek ekuitas (Initial Public Offering/IPO) Perseroan..
Dengan tujuan keperluan pribadi dan keluarga,” tulis manajemen GoTo, dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (31/tiga/2026)., dilakukan LK/17032026/0019/satu tanggal tujuh belas periode Maret 2026, telah dilakukan exercise dari efek ekuitas ESOP. Selain itu, dilakukan penjualan atas efek ekuitas tersebut yang dilakukan oleh Catherine Hindra Sutjahyo adalah transaksi.
Tidak hanya itu, Dewan Komisaris sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,, ditambah lagi dengan melengkapi Di sisi lain, harga penjualan efek ekuitas mengikuti harga pasar pada tanggal enam belas pada Maret 2026. Selain itu, tujuh belas pada Maret 2026. Berbeda dengan Pemberian opsi efek ekuitas tersebut termasuk harga pelaksanaan telah disetujui dengan keputusan Komite Nominasi dan Remunerasi.
Per 27 Maret lalu 2026, GPF memiliki 38.491.941.873 efek ekuitas Seri A Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan jumlah opsi efek ekuitas yang telah dialokasikan sebesar 28.796.054.944 kepada tiga.127 Partisipan..
Merespons surat dari pasar modal Efek Nusantara (BEI), GOTO merilis Keterbukaan Informasi (KI) pada Selasa (31/tiga/2026) yang menjawab pertanyaan seputar latar belakang transaksi, penetapan harga, hingga informasi terkait dengan GoTo Peopleverse Fund (GPF). Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Per sepuluh bulan Maret 2022, jumlah Partisipan yang berhak menerima opsi efek ekuitas dari GPF adalah sepuluh.394 Partisipan. Selain itu, GPF telah mengalokasikan 81.427.187.311 opsi efek ekuitas kepada Partisipan tersebut.
Dari hasil penelusuran, sebagaimana telah diungkapkan dalam Prospektus Penawaran Umum efek ekuitas Perdana Perseroan, jumlah opsi efek ekuitas yang dapat diadministrasikan oleh GPF adalah sampai dengan sebesar 106.908.291.844, di mana setiap satu opsi efek ekuitas dapat dilaksanakan menjadi satu efek ekuitas Seri A Perseroan yang dimiliki oleh GPF. Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
Dengan tujuan karyawan., dilakukan Dalam dokumen KI tersebut, GOTO turut memaparkan tentang GPF sebagai entitas yang mengelola. Selain itu, mengadministrasikan program opsi kepemilikan efek ekuitas.
Menurut pernyataan, “Lebih lanjut, dalam Prospektus Penawaran Umum efek ekuitas Perdana Perseroan pada halaman tiga belas. Selain itu, 325, telah diungkapkan bahwa harga pelaksanaan opsi efek ekuitas berkisar antara senilai Rp2 sampai dengan senilai Rp202 per efek ekuitas, bergantung pada masing-masing perjanjian opsi efek ekuitas antara GPF dan Partisipan,” sebagaimana dikutip dari dokumen Keterbukaan Informasi GOTO..
Perkembangan terkait GOTO Beri Penjelasan Lengkap soal Wadirut Jual Saham, Ini Isinya! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Video: Intip Jurus Investasi Era AI di Tengah Perang Global
- Bursa Asia Bergerak Acak, Nikkei Naik & Hang Seng Anjlok
