Harga minyak dunia bergerak dalam sesi yang sangat volatil pada perdagangan terbaru, dengan Brent sempat turun di bawah $100 per barel dan bahkan anjlok lebih dari 5% sebelum kembali pulih ke sekitar $103 per barel. Pergerakan ini dipicu oleh meningkatnya spekulasi bahwa Presiden AS Donald Trump akan segera mengumumkan potensi berakhirnya konflik dengan Iran, yang memengaruhi sentimen pasar energi global.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan pialang berjangka resmi, Anda dapat mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Tekanan utama pasar berasal dari pernyataan Donald Trump melalui Truth Social yang menyebut bahwa Iran telah meminta gencatan senjata. AS disebut akan mempertimbangkan kesepakatan tersebut dengan syarat Selat Hormuz kembali dibuka dan aman untuk pelayaran internasional. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar terus bersikap hati-hati karena arah konflik belum benar-benar jelas.
Anda juga dapat mengikuti update analisis dan informasi pasar melalui kanal resmi kami di Linktree EWF Praxis
Selat Hormuz sendiri menjadi titik krusial karena merupakan jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan di wilayah ini telah mendorong lonjakan harga energi global, dengan Badan Energi Internasional (IEA) menyebut situasi ini sebagai salah satu gangguan pasokan terbesar yang pernah terjadi. Volatilitas tinggi juga membuat banyak trader mengurangi ukuran posisi mereka di pasar.
Bagi Anda yang ingin memahami pergerakan pasar lebih dalam atau mencoba simulasi trading tanpa risiko, Anda dapat mengakses akun demo di Demo Trading Account
Di sisi lain, meskipun ada tanda-tanda potensi de-eskalasi, risiko geopolitik masih tetap tinggi. Laporan menyebutkan adanya serangan terhadap kapal tanker dekat Qatar, meskipun kebakaran berhasil dipadamkan dan tidak ada dampak lingkungan yang signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan masih jauh dari benar-benar mereda.
Untuk membaca berita dan update ekonomi lainnya, Anda dapat mengunjungi News & Market Update
Secara keseluruhan, harga minyak masih berada sekitar 40% lebih tinggi dibandingkan sebelum Maret, mencerminkan dampak besar dari konflik yang terus mengganggu pasokan global. Jika ketegangan kembali meningkat atau kesepakatan damai gagal tercapai, pasar memperkirakan harga minyak berpotensi tetap tinggi dan menjaga tekanan inflasi global.
Jangan lupa untuk selalu mengikuti update terbaru melalui Instagram resmi kami di Instagram EWF Praxis
