Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Kebal Krisis Global, Industri Keuangan Syariah RI Tumbuh 8,61% di 2025 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi membuka informasi, per periode Desember tahun 2025, total aset industri keuangan syariah meningkat delapan,61% year on year, menjadi sebesar Rp3 .100 triliun. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
“Tadi kami sampaikan basis populasi muslim sebesar 244,tujuh juta orang, ini luar biasa tentu potensinya.
Kiki melanjutkan lebih jauh, meningkatnya industri keuangan syariah tercermin dari beberapa hal, antara lain, intermediasi keuangan syariah yang tumbuh positif, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar sembilan,58% yoy, menjadi senilai Rp755 triliun..
Lebih dari itu, di tengah isu dinamika geopolitik. Selain itu, geoekonomi global,seperti yang dikutip, ” ujarnya dalam acara Penutupan Gebyar Ramadan di Jakarta, Kamis (dua/empat/2026). Semakin memperkuat “Kinerja sektor jasa keuangan syariah, ditambah lagi dengan mengalami pertumbuhan yang stabil,.
Meskipun demikian, kata Kiki, peluang di industri keuangan syariah tidak luput dari berbagai peluang yang dimiliki saat ini, antara lain potensi demografis, sosial,. Selain itu, ekonomi masyarakat..
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jakarta, EWF Praxis — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, industri keuangan syariah kebal terhadap gejolak ekonomi global yang masih terjadi hingga saat ini.
Data terkini menunjukkan bahwa tercatat, per Desember lalu tahun 2025, total aset industri keuangan syariah meningkat delapan,61% yoy, menjadi sebesar Rp3 .100 triliun.
Rinciannya, total di aset keuangan syariah dana Rp1 .067 triliun, pasar modal syariah dana Rp1 .800 triliun,. Selain itu, industri keuangan non-bank sebesar dana Rp188 triliun..
Data terkini menunjukkan bahwa kemudian yang utama, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai. Selain itu, gaya hidup syariah, yang menimbulkan potensi minat terhadap produk dan layanan keuangan syariah yang semakin tinggi,” imbuhnya. Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..
Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan syariah, ditambah lagi dengan tumbuh sepuluh,empat belas% yoy, kapitalisasi pasar di pasar modal mencapai Rp8 .900 triliun, atau naik 31,empat% yoy.
Disebutkan dalam keterangan, “Hal tersebut tentunya, ditambah lagi dengan didukung oleh stabilitas sektor jasa keuangan syariah yang tangguh, resilience,” ucapnya..
Wanita yang akrab disapa Kiki ini memaparkan, industri keuangan syariah didorong oleh faktor demografi yang mana Nusantara merupakan salah satu populasi muslim terbesar di dunia..
Sementara nilai aset under management (AUM) syariah, ditambah lagi dengan terus meningkat..
Dalam perkembangannya, dengan tujuan aspek keuangan syariah, asuransi syariah, suku dan dana sosial,menurut pernyataan, ” ungkapnya., dilakukan “Kita telah berhasil memimpin sektor halal. Selain itu, berada di peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator, dan dari aspek keuangan syariah, Nusantara berada di peringkat enam dari posisi sepuluh besar Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
Perkembangan terkait Kebal Krisis Global, Industri Keuangan Syariah RI Tumbuh 8,61% di 2025 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- GBP/USD Turun Setelah Data Penjualan Ritel Inggris Mengecewakan, Namun Bangkit Kembali
- Bukalapak (BUKA) Balikkan Rugi Jadi Untung, di 2025 Cuan Rp3,1 Triliun
