0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Harga minyak dunia melonjak tajam menembus level US$110 per barel setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji akan meningkatkan eskalasi perang di Iran dalam beberapa pekan ke depan. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan berkelanjutan pada arus energi global melalui Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai profil perusahaan dan layanan resmi, Anda dapat mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) tercatat melonjak sekitar 11%, sementara Brent sebagai acuan global naik hingga mendekati US$109 per barel. Di pasar produk olahan, kontrak diesel Eropa bahkan menembus US$200 per barel untuk pertama kalinya sejak 2022, menunjukkan tekanan besar pada rantai pasok energi global.
Untuk update analisis dan informasi pasar terbaru, Anda dapat mengikuti kanal resmi kami di Linktree EWF Praxis

Lonjakan harga ini dipicu oleh pidato Presiden Trump yang menggambarkan konflik sebagai keberhasilan militer dan menegaskan bahwa operasi terhadap Iran akan diperkuat dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Ia juga menyatakan bahwa Selat Hormuz akan kembali terbuka setelah konflik berakhir, meskipun tanpa penjelasan mekanisme yang jelas, sehingga memicu ketidakpastian di pasar energi global.
Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading tanpa risiko, Anda dapat mengakses akun demo resmi di Demo Trading Account

Sejumlah analis menilai bahwa tanpa pemulihan arus di Selat Hormuz, tekanan terhadap pasar minyak akan sulit mereda. Kondisi ini diperburuk oleh ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, termasuk laporan serangan lanjutan di kawasan Teluk Persia serta minimnya kemajuan dalam upaya diplomasi antara pihak-pihak terkait.
Untuk membaca berita dan analisis ekonomi lainnya, Anda dapat mengunjungi portal berita kami di News & Market Update

Di sisi lain, pergerakan pasar juga menunjukkan meningkatnya spekulasi dan perubahan posisi cepat dari pelaku pasar. Lonjakan “prompt spread” WTI serta meningkatnya permintaan minyak dari berbagai kawasan mencerminkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan yang semakin ketat. Kondisi ini turut memicu kekhawatiran inflasi global akibat kenaikan harga energi.
Jangan lupa untuk selalu mengikuti update terbaru melalui Instagram resmi kami di Instagram Equityworld Praxis

Secara keseluruhan, pasar minyak saat ini berada dalam kondisi sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Dengan ketidakpastian seputar Selat Hormuz dan eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda mereda, harga minyak diperkirakan masih berpotensi tetap tinggi dan volatil dalam jangka pendek hingga menengah.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *