Harga emas memangkas sebagian besar kenaikannya setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa proposal gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat telah dilanggar. Sebelumnya, emas sempat melonjak hingga 3,2% dan menembus level US$4.800 per troy ounce sebelum akhirnya bergerak lebih stabil dengan kenaikan tipis sekitar 0,1%.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan resmi, Anda dapat mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Dalam pernyataannya di platform X, Ghalibaf menyebut tiga klausul utama dalam proposal gencatan senjata telah dilanggar bahkan sebelum proses negosiasi resmi dimulai. Pernyataan tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar global, di mana imbal hasil obligasi AS mulai pulih dan dolar AS memangkas pelemahannya. Kondisi ini memberikan tekanan terhadap emas karena logam mulia cenderung kurang menarik ketika dolar dan yield obligasi menguat.
Untuk update analisis pasar dan informasi terbaru, Anda dapat mengikuti kanal resmi kami di Linktree EWF Praxis
Sebelumnya, pasar sempat optimistis setelah adanya kabar gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran yang memicu reli pasar saham global. Harga minyak juga turun di bawah US$100 per barel dan dolar AS melemah, sehingga memberikan dorongan positif bagi emas. Selain itu, penurunan harga energi sempat memunculkan harapan bahwa tekanan inflasi dapat mereda dan membuka peluang Federal Reserve memangkas suku bunga tahun ini.
Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading tanpa risiko, Anda dapat mengakses akun demo resmi melalui Demo Trading Account
Namun demikian, para analis menilai kenaikan emas saat ini masih lebih mencerminkan penyesuaian risiko pasar dibanding perubahan tren jangka panjang yang kuat. Emas tetap bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan politik, terutama terkait stabilitas gencatan senjata dan kelancaran arus energi melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak global.
Untuk membaca berita dan perkembangan ekonomi lainnya, Anda dapat mengunjungi portal berita kami di News Market Update
Sejak konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari, harga emas tercatat masih turun sekitar 10%. Meski sempat mengalami pemulihan dalam beberapa hari terakhir, pasar tetap berhati-hati karena ketidakpastian geopolitik masih tinggi. Setiap tanda keretakan dalam proses perdamaian atau gangguan baru di Selat Hormuz berpotensi kembali memicu volatilitas besar di pasar logam mulia dan aset global lainnya.
Jangan lupa untuk selalu mengikuti update terbaru melalui Instagram resmi kami di Instagram Equityworld Praxis
