Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (9/4) setelah sebelumnya mengalami penurunan harian terdalam sejak April 2020. Kenaikan ini terjadi di tengah berlanjutnya gangguan pelayaran di Selat Hormuz dan meningkatnya kembali kekhawatiran geopolitik yang membayangi prospek pasokan energi global.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan resmi, Anda dapat mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Dalam perdagangan terbaru, minyak Brent naik sekitar 2,8% ke level US$97,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 3,3% menjadi US$97,50 per barel. Sebelumnya, kedua acuan minyak ini sempat jatuh lebih dari 13% setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara dengan Iran dan menyatakan Washington akan membantu mengurai kemacetan lalu lintas kapal di kawasan Teluk.
Untuk update analisis pasar dan informasi terbaru, Anda dapat mengikuti kanal resmi kami di Linktree EWF Praxis
Namun optimisme pasar tidak berlangsung lama setelah konflik di kawasan kembali memanas. Serangan Israel ke Lebanon dilaporkan meningkat meskipun kesepakatan ceasefire ASโIran masih berlangsung. Israel menegaskan bahwa operasi terhadap Hizbullah tidak termasuk dalam perjanjian gencatan senjata, sementara Iran menilai pembicaraan damai dengan AS menjadi tidak masuk akal dalam situasi saat ini. Di sisi lain, Iran juga menghentikan lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz sehingga menghambat pemulihan distribusi minyak global.
Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading tanpa risiko, Anda dapat mengakses akun demo resmi melalui Demo Trading Account
Dari sisi fundamental, laporan Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik sekitar 3,1 juta barel menjadi 464,7 juta barel, level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir. Meski demikian, stok bahan bakar seperti diesel dan bensin justru mengalami penurunan karena tingginya aktivitas ekspor, sehingga pasar masih menilai pasokan energi global tetap berada dalam kondisi ketat.
Untuk membaca berita dan perkembangan ekonomi lainnya, Anda dapat mengunjungi portal berita kami di News Market Update
Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada implementasi gencatan senjata, keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz, serta perkembangan konflik IsraelโHizbullah. Selain itu, data stok energi AS dan arus ekspor global juga diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi volatilitas harga minyak dalam jangka pendek.
Jangan lupa untuk selalu mengikuti update terbaru melalui Instagram resmi kami di Instagram Equityworld Praxis
