Harga emas bergerak naik-turun di tengah kehati-hatian pelaku pasar yang masih menilai arah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Perdagangan logam mulia tetap sensitif menjelang dimulainya pembicaraan damai kedua negara yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan. Emas diperdagangkan di sekitar US$4.755 per troy ounce dan masih berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan resmi, Anda dapat mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Sentimen pasar sempat berubah setelah laporan menyebut Presiden AS Donald Trump telah menyiapkan opsi militer apabila negosiasi damai gagal mencapai kesepakatan. Trump juga memperingatkan Iran terkait rencana pengenaan biaya terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran energi penting dunia yang saat ini masih menjadi alat tawar utama Teheran dalam proses negosiasi geopolitik.
Untuk update analisis pasar dan informasi terbaru, Anda dapat mengikuti kanal resmi kami di Linktree EWF Praxis
Dari sisi ekonomi, data inflasi Amerika Serikat terbaru menunjukkan kenaikan harga konsumen terbesar sejak tahun 2022. Meski demikian, inflasi inti yang menjadi perhatian utama Federal Reserve masih relatif terkendali. Kondisi tersebut membuat pasar tetap mempertahankan ekspektasi bahwa The Fed berpotensi memangkas suku bunga pada tahun ini, yang biasanya menjadi sentimen positif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.
Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading tanpa risiko, Anda dapat mengakses akun demo resmi melalui Demo Trading Account
Selain faktor geopolitik dan kebijakan moneter, permintaan emas global juga masih mendapat dukungan dari aktivitas pembelian bank sentral. Polandia dilaporkan tetap mempertahankan target peningkatan cadangan emas hingga 700 ton, sementara China memanfaatkan koreksi harga untuk kembali menambah kepemilikan emas pada bulan Maret. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa permintaan institusional terhadap emas masih cukup kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Untuk membaca berita dan perkembangan ekonomi lainnya, Anda dapat mengunjungi portal berita kami di News Market Update
Analis memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral global tahun ini dapat mencapai sekitar 850 ton. Kondisi tersebut berpotensi menjadi penopang harga emas dalam jangka panjang, meskipun volatilitas jangka pendek masih tinggi akibat perkembangan politik dan arah negosiasi AS–Iran yang belum sepenuhnya jelas.
Secara keseluruhan, pergerakan emas dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan diplomasi Timur Tengah, arah inflasi AS, dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve. Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi, pasar emas diperkirakan tetap bergerak sensitif terhadap setiap perkembangan baru dari kawasan tersebut.
Jangan lupa untuk selalu mengikuti update terbaru melalui Instagram resmi kami di Instagram Equityworld Praxis
