Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bos BI Blak-blakan Penyebab Dolar Tembus Rp 17.300 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dua mata uang yang masih mampu menguat adalah dong Vietnam yang naik nol,08% ke VND 26.300/US$. Selain itu, yen Jepang yang menguat tipis nol,01% ke JPY 159,46/US$..
Dalam perkembangannya, merujuk data Refinitiv, per pukul 09.40 WIB, dari sepuluh mata uang Asia yang dipantau, hanya dua mata uang yang menguat. Selain itu, tujuh lainnya melemah terhadap greenback.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, di sisi lain, dolar Singapura turun nol,07% ke SGD satu,276/US$ berbeda dengan Adapun dolar Taiwan melemah nol,lima belas% ke TWD 31,51/US$,.
Sebagaimana diberitakan, won Korea Selatan melemah nol,21% ke KRW1.481,lima/US$, sementara ringgit Malaysia turun nol,25% ke MYR tiga,96/US$.
Dalam perkembangannya, yuan China, ditambah lagi dengan melemah tipis nol,02% ke CNY enam,828/US$..
Sementara itu, tekanan besar, ditambah lagi dengan dialami peso Filipina yang melemah nol,62% ke PHP 60,46/US$, disusul baht Thailand yang turun nol,43% ke THB 32,36/US$. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Dengan tujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, memperkuat struktur tingkat suku acuan instrumen pro-market untuk tetap menarik aliran modal masuk ke instrumen aset domestik, di tengah berlanjutnya dampak perang Timur Tengah. Mengakibatkan Oleh, dilakukan Faktor utama itu, ia pun memastikan, Bank Nusantara akan terus meningkatkan intensitas intervensi.
Dalam perkembangannya, ia menekankan, pelemahan rupiah masih sejalan dengan regional.
Menurut sumber terpercaya, pelemahan terdalam terjadi pada rupiah yang terkoreksi tajam hingga nol,82% ke level dana Rp17 .310/US$. Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..
Bermula dari pagi tadi lebih banyak, berlanjut dengan Dampak dari Hal ini disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian global, adalah mata uang regional mengalami tekanan yang sama,seperti yang dikutip, ” kata Destry kepada EWF Praxis. Sehingga “Tekanan pada Rupiah yang terjadi.
Sebagaimana diberitakan, jakarta, EWF Praxis – Deputi Gubernur Senior Bank Nusantara (BI) Destry Damayanti membuka informasi penyebab kurs rupiah hari ini mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga melemah di level atas Rp tujuh belas.300/US$..
Berdasarkan informasi yang dihimpun, secara tahun berjalan atau year to date, kurs rupiah ia anggap telah melemah dengan minus tiga,54%. Selain itu, cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 148,dua miliar pada akhir bulan Maret 2026..
Berdasarkan Destry, tekanan yang terjadi terhadap kurs rupiah hari ini tidak terlepas dari tingginya ketidakpastian global.
Berikut pernyataannya: “Intervensi yang berkesinambungan akan terus kami lakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot. Selain itu, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” kata Destry..
Berdasarkan catatan tim riset EWF Praxis, mata uang negara-negara Asia bergerak di zona pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/empat/2026)..
Makanya, ia menekankan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebetulnya tidak melemah sendiri..
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa level ini sekaligus menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa yang baru secara intraday..
Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Refinitiv, per pukul 09.32 WIB, mata uang Garuda melemah nol,79% ke level Rp17 .305/US$.
Perkembangan terkait Bos BI Blak-blakan Penyebab Dolar Tembus Rp 17.300 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Nasdaq Memimpin: Tesla Melonjak di Tengah Laporan Pendapatan Optimis yang Mendukung Pasar
- Breaking: IHSG Dibuka Naik 0,32% Pagi Ini
