Harga minyak dunia kembali melanjutkan penguatan untuk hari keempat berturut-turut setelah Amerika Serikat dan Iran gagal melanjutkan pembicaraan damai terkait konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Ketidakpastian mengenai akses pelayaran di Selat Hormuz membuat pasar energi global tetap berada dalam tekanan tinggi, terutama karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Minyak Brent diperdagangkan mendekati level US$106 per barel setelah melonjak hampir 13% dalam tiga sesi terakhir, sementara minyak mentah WTI bergerak di sekitar US$97 per barel. Sentimen pasar semakin memanas setelah Donald Trump menyatakan gencatan senjata yang dimulai sejak 7 April akan diperpanjang tanpa batas waktu sambil menunggu proposal baru dari Iran. Namun di sisi lain, Teheran menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali ke meja negosiasi dalam waktu dekat.
Ikuti perkembangan pasar global, update harga komoditas, serta informasi trading terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official dan berbagai platform media sosial resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis.
Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari terus memberikan tekanan besar terhadap pasar energi global. Hampir tertutupnya Selat Hormuz menyebabkan terganggunya arus pasokan dari sejumlah produsen utama di kawasan Teluk Persia. Amerika Serikat masih mempertahankan blokade terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran sebagai bentuk tekanan terhadap Teheran. Langkah tersebut mendapat kecaman dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Pelaku pasar menilai risiko kenaikan harga minyak masih sangat terbuka selama arus distribusi di Hormuz belum kembali normal. Sejumlah analis menyebut bahwa kebuntuan antara AS dan Iran membuat harga minyak cenderung tetap bergerak naik. Selain faktor geopolitik, pasar juga mendapatkan dukungan dari data persediaan energi Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan stok pada berbagai kategori produk olahan minyak, sementara ekspor minyak dan bahan bakar AS justru mencetak rekor tertinggi baru.
Bagi Anda yang ingin mempelajari peluang trading komoditas seperti minyak, emas, maupun forex, Anda dapat mencoba simulasi transaksi melalui Demo Account Equityworld Futures. Informasi lengkap mengenai layanan dan profil perusahaan juga tersedia di PT Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Di lapangan, situasi di Selat Hormuz dilaporkan semakin memanas setelah Iran disebut menutup hampir seluruh jalur lalu lintas internasional dan terjadi insiden penembakan terhadap kapal komersial oleh kapal cepat Iran. Sementara itu, pasukan AS juga dikabarkan menyita serta memutarbalikkan puluhan kapal di kawasan tersebut. Ketegangan yang terus berlangsung membuat pasar global diperkirakan akan tetap sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik dan data energi dalam beberapa waktu ke depan. Untuk membaca berita ekonomi dan finansial terbaru lainnya, kunjungi Newsmaker.id.
