Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Timah (TINS) Kantongi Laba Rp 1,31 T di 2025, Capai 119% dari Target yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Menurut sumber terpercaya, posisi ekuitas di tahun 2025 sebesar nominal Rp8 ,41 triliun mengalami kenaikan sepuluh,83% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar nominal Rp7 ,59 triliun, seiring dengan dibukukannya laba di tahun 2025..
Persediaan timah di gudang LME pada akhir periode Desember 2025 berada di posisi lima.420 ton, naik empat belas% dari awal tahun 2025 di posisi empat.760 ton..
Berdasarkan CRU Tin Monitor, pada tahun 2025 produksi logam timah global diperkirakan sebesar 371.369 ton Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Sedangkan konsumsi logam timah global diperkirakan sebesar 389.404 ton..
Kinerja bottom line entitas bisnis didukung oleh pendapatan sebesar sebesar Rp11 ,55 triliun meningkat enam,41% yoy. Hal ini seiring dengan kenaikan harga jual rata-rata logam timah..
Sementara itu, pada akhir tahun 2025, nilai aset Perseroan naik enam,75% menjadi dana Rp13 ,64 triliun dari dana Rp12 ,78 triliun pada akhir tahun 2024, dikarenakan peningkatan piutang usaha yang belum jatuh tempo di akhir tahun 2025.
Disebutkan dalam keterangan, “Perseroan fokus ke penguatan tata kelola pertimahan, optimalisasi kinerja operasi, pemasaran,. Selain itu, keuangan,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (23/empat/2026)..
Sementara itu laba bersih entitas bisnis naik lima,dua belas% secara tahunan (yoy) menjadi Rp satu,31 triliun..
Harga rata-rata logam timah Cash Settlement Price London Metal Exchange (LME) tahun 2025 sebesar US$ 34.119,96 per ton atau naik tiga belas% dibandingkandengan tahun sebelumnya sebesar USD$ 30.177,45 per ton..
Dengan tujuan semikonduktor, panel fotovoltaik. Selain itu, teknologi transisi energi lainnya., dilakukan Sepanjang 2025, harga logam timah global tercatat naik dibandingkan tahun sebelumnya didukung oleh meningkatnya permintaan.
Pada 2026, Perseroan akan berfokus pada pemulihan kapasitas produksi secara agresif. Selain itu, penguatan nilai tambah melalui hilirisasi.
Dengan tujuan memanfaatkan momentum harga timah global yang tinggi. Selain itu, penertiban tambang ilegal di Nusantara yang cukup mempengaruhi aliran supply logam timah secara global., dilakukan Sebagai bagian dari Holding Pertambangan Nusantara, Perseroan memposisikan diri.
Adapun strategi utama Perseroan di tahun 2026 diantaranya meliputi akselerasi produksi. Selain itu, optimalisasi cadangan, ekspansi hilirisasi dan diversifikasi produk, transformasi digital dan keberlanjutan (ESG), optimalisasi dan efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis, optimaliasi kinerja anak entitas bisnis, aset non operasi dan sinergi lainnya dalam mendukung keberlanjutan Perseroan. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Dalam perkembangannya, jakarta, EWF Praxis — PT Timah (Persero) Tbk laba usaha sebesar sebesar Rp1 ,82 triliun sepanjang 2025, naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya Rp satu,81 triliun Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Menurut sumber terpercaya, kinerja keuangan Perseroan, ditambah lagi dengan didukung beberapa rasio keuangan penting di antaranya Quick Ratio sebesar 60,enam%, Current Ratio sebesar 242,delapan%, Debtto Asset Ratio sebesar sebelas,lima%,. Selain itu, Debt to Equity Ratio sebesar delapan belas,tujuh%..
Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro menyatakan bahwa capaian laba bersih mencapai 119% dari target yang telah ditetapkan dalam RKAP 2025.
Sedangkan posisi liabilitas Perseroan sebesar sebesar Rp5 ,23 triliun, naik nol,80% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 sebesar sebesar Rp5 ,sembilan belas triliun..
Perkembangan terkait Timah (TINS) Kantongi Laba Rp 1,31 T di 2025, Capai 119% dari Target akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Merdeka Gold (EMAS) Diguyur Kredit Rp2,56 Triliun, Duitnya Buat Ini
- Wall Street Berbalik Arah pada Jumat (31/5/2024)
