Harga emas kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (23/4) seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pada pukul 09:57 ET, harga spot gold tercatat turun 1,1% ke level US$4.690,23 per ounce, sementara kontrak gold futures melemah sekitar 1% menjadi US$4.706,31 per ounce.
Pelaku pasar masih menilai jalur diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Donald Trump memang telah memperpanjang gencatan senjata secara terbuka, namun Iran tetap menegaskan bahwa blokade AS harus dicabut terlebih dahulu sebelum pembicaraan dapat dimulai. Di sisi lain, Washington meminta pembukaan penuh Selat Hormuz yang hingga kini masih dibatasi oleh Iran.
Untuk mendapatkan update terkini seputar pergerakan emas, forex, dan komoditas global lainnya, kunjungi Instagram Equityworld Praxis Official serta berbagai kanal media sosial perusahaan melalui Linktree EWF Praxis.
Kenaikan harga minyak dunia yang kembali menembus level US$100 per barel turut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi berbasis energi. Kondisi ini membuat investor mulai memperhitungkan kemungkinan bank sentral global mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Situasi tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga lainnya.
Selain itu, penguatan dolar AS juga membuat harga bullion menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat. Permintaan terhadap dolar meningkat karena investor kembali mencari aset safe haven yang dinilai lebih stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan risiko perlambatan ekonomi global.
Bagi Anda yang ingin memahami peluang trading emas dan komoditas lainnya secara langsung, Anda dapat mencoba simulasi transaksi melalui Demo Account Equityworld Futures. Informasi lebih lengkap mengenai layanan dan profil perusahaan tersedia di PT Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Tekanan pasar juga merembet ke logam mulia lainnya. Harga perak spot tercatat turun 3% menjadi US$75,3725 per ounce, sementara platinum spot melemah 3,5% ke level US$2.015,35 per ounce. Ke depan, pelaku pasar akan terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz, arah negosiasi ASβIran, pergerakan dolar AS, serta yield obligasi Amerika Serikat yang masih menjadi faktor utama penggerak harga emas global. Untuk membaca berita ekonomi dan market terbaru lainnya, kunjungi Newsmaker.id.
