0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Harga emas kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (28/04) dan menyentuh level terendah dalam tiga pekan terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan harga minyak dunia yang kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral.

Pada pukul 09:07 ET (13:07 GMT), harga spot gold tercatat turun sekitar 2,2% ke level US$4.577,66 per ounce. Sementara itu, kontrak emas berjangka juga melemah 2,2% menjadi US$4.588,69 per ounce. Tekanan terhadap logam mulia semakin besar setelah indeks dolar AS bertahan kuat di atas level sebelum konflik geopolitik memanas, menjadikan emas lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat.

Ikuti perkembangan market terbaru, update harga emas, minyak, forex, dan berbagai informasi trading lainnya melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta kanal media sosial resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis.

Penguatan dolar terjadi karena pelaku pasar masih melihat mata uang AS sebagai aset yang relatif aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Di sisi lain, harga minyak yang kembali melonjak turut memberikan tekanan tambahan terhadap pasar emas. Laporan media menyebut Donald Trump belum puas dengan proposal terbaru Iran terkait upaya penyelesaian konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Iran disebut mengusulkan penundaan pembahasan terkait program nuklirnya, sementara kebuntuan negosiasi membuat jalur pelayaran di Selat Hormuz masih nyaris tertutup bagi kapal internasional. Kondisi ini memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi berbasis energi yang dapat memengaruhi kebijakan moneter global dalam beberapa bulan ke depan.

Bagi Anda yang ingin mempelajari peluang trading emas, minyak, forex, maupun komoditas lainnya, Anda dapat mencoba simulasi transaksi secara langsung melalui Demo Account Equityworld Futures. Informasi lengkap mengenai layanan dan profil perusahaan tersedia di PT Equityworld Futures Praxis Surabaya.

Kenaikan harga minyak yang terus berlangsung membuat pasar semakin memperkirakan kemungkinan kebijakan suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Situasi tersebut biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas sebagai aset non-yielding. Pelaku pasar kini akan memusatkan perhatian pada rangkaian keputusan suku bunga bank sentral dunia serta perkembangan terbaru terkait konflik geopolitik dan harga energi yang diperkirakan masih menjadi penggerak utama pasar global. Untuk membaca berita ekonomi dan market terbaru lainnya, kunjungi Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *