Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Kurs Naik ke Rp17.275/US$ yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kondisi tersebut membuat ruang gerak rupiah semakin terbatas.
Pelemahan ini membawa rupiah kembali mendekati level psikologis Rp17 .300/US$..
Kenaikan harga minyak, ditambah lagi dengan menekan pasar obligasi AS.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level sebesar Rp17 .275/US$ atau melemah nol,38%.
Dampak dari Hal ini disebabkan oleh diperkirakan menjadi salah satu momen terakhir Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Adalah Pertemuan kali ini, ditambah lagi dengan menjadi perhatian Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY pada pukul lima belas.00 WIB terpantau bergerak di zona hijau dengan penguatan nol,04% ke level 98,675..
Dari hasil penelusuran, selain agenda The Fed, ketidakpastian perang di Timur Tengah masih menjadi sumber tekanan bagi pasar global..
Jakarta, EWF Praxis – Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (29/empat/2026)..
Menurut sumber terpercaya, dolar AS cenderung menguat pada perdagangan Rabu, seiring sikap investor yang menunggu keputusan tingkat suku acuan The Fed.
Ketika dolar AS menguat. Selain itu, investor memilih aset aman, mata uang negara berkembang seperti rupiah biasanya menjadi lebih rentan tertekan..
Karena itu, keputusan Powell ke depan dinilai akan sangat bergantung pada persepsinya terhadap independensi bank sentral AS..
Bermula dari awal perdagangan, berlanjut dengan Tekanan terhadap rupiah sudah terlihat.
Dampak dari Hal ini disebabkan oleh investor menilai konflik Iran belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian adalah Harga minyak naik pada perdagangan Selasa.
Kabar Uni Emirat Arab memangkas hubungan dengan OPEC turut menambah perhatian pasar terhadap arah pasokan energi global..
The Fed secara luas diperkirakan masih akan menahan tingkat suku acuan Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Sebagaimana diberitakan, di sisi lain, Namun, fokus pasar tidak hanya tertuju pada keputusan bunga, berbeda dengan Berbeda dengan itu,, ditambah lagi dengan pada pandangan The Fed mengenai dampak perang di Timur Tengah terhadap ekonomi AS, kenaikan harga umum,. Selain itu, arah tingkat suku acuan ke depan..
Setelah Rupiah dibuka melemah nol,26% ke level dana Rp17 .255/US$,, selanjutnya pelemahannya sempat semakin dalam hingga menyentuh dana Rp17 .335/US$..
Dalam kondisi menilai independensi The Fed berada di bawah ancaman, maka Sebelumnya, Powell pernah menyatakan bahwa dia akan tetap bertahan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, // .
Dampak dari Hal ini disebabkan oleh investor khawatir harga energi yang tinggi dapat kembali mendorong tekanan kenaikan harga umum. Adalah Harga obligasi turun, sementara imbal hasilnya naik,.
Prioritas diberikan pada Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini masih banyak dipengaruhi faktor eksternal,, terutama Fokus utama pada arah dolar AS di pasar global menjelang pengumuman tingkat suku acuan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).,.
Perkembangan terkait Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Kurs Naik ke Rp17.275/US$ akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- BEI Gembok Perdagangan Saham Magran Living (MGLV) dan PTDU
- Bank Mandiri Tegaskan Komitmen Dukung UMKM, Ini Buktinya
