0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

Harga emas kembali bergerak melemah pada perdagangan Jumat (01/05) dan bertahan di dekat level terendah dalam satu bulan terakhir. Tekanan terhadap logam mulia terjadi di tengah ketidakpastian konflik Iran yang masih berlangsung serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga global. Perdagangan juga berlangsung relatif sepi karena sebagian besar pasar Asia tutup akibat libur nasional.

Pada pukul 05:12 ET, spot gold tercatat turun sekitar 1,1% ke level US$4.570,06 per ounce, sementara kontrak gold futures melemah sekitar 1% menjadi US$4.582,01 per ounce. Saat artikel ini dirilis, harga emas bahkan tercatat turun hampir 1,29% ke kisaran US$4.562 per ounce, memperpanjang performa lemah yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.

Sepanjang April, spot gold dilaporkan turun sekitar 1% setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam pada bulan Maret. Pasar menilai lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi yang dipicu konflik Iran membuat aliran dana global lebih banyak bergerak ke dolar AS dibanding emas. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik logam mulia meskipun ketegangan geopolitik masih berlangsung.

Ikuti update market terbaru, analisa harga emas, forex, minyak, dan berbagai informasi trading global lainnya melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta kanal media sosial resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis.

Tekanan terhadap emas juga diperkuat oleh sikap hawkish sejumlah bank sentral utama dunia. Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England, dan Bank of Japan sama-sama menyoroti risiko inflasi berbasis energi dan memberi sinyal kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat dalam waktu dekat.

Secara mekanisme, kenaikan ekspektasi suku bunga biasanya meningkatkan imbal hasil obligasi dan memperbesar opportunity cost dalam memegang aset non-yielding seperti emas. Hal ini membuat investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berbunga yang dinilai lebih menarik di tengah kondisi inflasi tinggi.

Di sisi geopolitik, kebuntuan antara AS dan Iran masih belum menunjukkan tanda penyelesaian. Mojtaba Khamenei kembali menegaskan kontrol Teheran atas Selat Hormuz, yang menambah ketidakpastian pasar energi global. Namun untuk sementara, dominasi kekhawatiran terhadap inflasi energi membuat dolar AS lebih diuntungkan dibanding emas sebagai aset safe haven.

Bagi Anda yang ingin memahami peluang trading emas, minyak, forex, maupun komoditas global lainnya, Anda dapat mencoba simulasi transaksi secara langsung melalui Demo Account Equityworld Futures. Informasi lengkap mengenai layanan dan profil perusahaan tersedia di PT Equityworld Futures Praxis Surabaya.

Pelaku pasar kini akan terus memantau perkembangan konflik Timur Tengah, arah pergerakan harga minyak dunia, serta komunikasi terbaru dari bank sentral global terkait jalur suku bunga berikutnya. Faktor-faktor tersebut diperkirakan masih menjadi penentu utama arah pergerakan emas dalam jangka pendek. Untuk membaca berita ekonomi dan market terbaru lainnya, kunjungi Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *