Harga minyak dunia kembali bergerak menguat dan mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut setelah Amerika Serikat menegaskan tetap mempertahankan blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa Selat Hormuz tidak akan segera dibuka kembali, sehingga risiko gangguan pasokan energi global masih sangat tinggi.
Minyak Brent untuk pengiriman Juli tercatat naik sekitar 1,5% ke level US$112,02 per barel pada perdagangan pagi di Asia. Sementara itu, minyak mentah WTI Juni menguat sekitar 0,9% menjadi US$105,98 per barel. Secara mingguan, WTI telah melonjak sekitar 12%, mencerminkan tingginya kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Reli harga minyak terus didorong oleh kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat kondisi Selat Hormuz masih berada dalam situasi โnyaris tertutupโ. Jalur strategis tersebut sebelumnya menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia, sehingga setiap gangguan distribusi langsung berdampak besar terhadap harga energi global.
Ikuti update market terbaru, analisa harga minyak, emas, forex, dan berbagai informasi trading global lainnya melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta kanal media sosial resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis.
Donald Trump kembali menegaskan bahwa blokade laut terhadap Iran akan tetap diberlakukan. Di sisi lain, Mojtaba Khamenei menyatakan peluang tercapainya kesepakatan dengan AS masih sangat kecil dan menegaskan Iran tidak akan melepaskan teknologi nuklir maupun sistem misilnya. Pernyataan tersebut semakin memperkuat premi risiko geopolitik pada harga minyak dunia.
Likuiditas perdagangan juga cenderung lebih tipis karena banyak bursa global tutup dalam rangka Hari Buruh, termasuk di China, Singapura, Jerman, Prancis, dan Brasil. Volume perdagangan yang lebih rendah membuat pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap berita geopolitik dan meningkatkan volatilitas intraday.
Di tengah lonjakan harga energi, ConocoPhillips memperingatkan potensi โkelangkaan kritisโ minyak bagi sejumlah negara importir ketika konflik memasuki bulan ketiga. Perusahaan menilai tekanan pasokan bisa semakin memburuk mulai Juni karena pengiriman minyak dari kawasan Teluk Persia yang sebelumnya masih tersedia kini mulai habis setelah seluruh kargo tiba di tujuan masing-masing.
Sinyal pengetatan pasokan fisik juga terlihat dari meningkatnya ekspor minyak mentah Amerika Serikat ke level rekor, seiring negara-negara importir mencari alternatif pasokan di luar Timur Tengah. Pasar kini akan memantau kelancaran arus tanker global, potensi kekurangan energi di negara importir pada pertengahan tahun, serta dampak lanjutan kenaikan harga energi terhadap inflasi dan arah kebijakan bank sentral dunia.
Bagi Anda yang ingin memahami peluang trading minyak, emas, forex, maupun komoditas global lainnya, Anda dapat mencoba simulasi transaksi secara langsung melalui Demo Account Equityworld Futures. Informasi lengkap mengenai layanan dan profil perusahaan tersedia di PT Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Untuk membaca berita ekonomi dan market terbaru lainnya, kunjungi Newsmaker.id.
