Harga emas mengalami tekanan besar pada perdagangan Senin (4/5) setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu penguatan dolar AS serta kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut membuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama dan menekan daya tarik logam mulia.
Pada pukul 16:15 ET, spot gold tercatat turun sekitar 2,6% ke level US$4.524,40 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup melemah sekitar 2,4% di level US$4.533,30 per ounce. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan terhadap pasar emas muncul setelah laporan yang menyebut Iran menyerang beberapa kapal di Selat Hormuz dan memicu kebakaran di pelabuhan minyak Uni Emirat Arab. Insiden tersebut dinilai sebagai eskalasi terbesar sejak gencatan senjata diumumkan sekitar empat pekan sebelumnya dan kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Ikuti update market terbaru, analisa harga emas, minyak, forex, dan berbagai informasi trading global lainnya melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta berbagai kanal media sosial resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis.
Di tengah ketegangan geopolitik tersebut, dolar AS menguat sementara harga minyak Brent melonjak lebih dari 5%. Kombinasi penguatan dolar dan kenaikan energi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena membuat logam mulia berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar Amerika Serikat.
Lonjakan harga energi juga memperbesar kekhawatiran inflasi global dan memperkuat narasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama atau “higher for longer”. Dalam kondisi tersebut, emas cenderung kehilangan daya tarik karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan berbunga lainnya. Barclays bahkan memperkirakan Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga sepanjang tahun ini.
Pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk data lowongan kerja, laporan tenaga kerja ADP, dan payrolls April yang diperkirakan akan menjadi petunjuk tambahan terkait arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan ke depan.
Tekanan tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga menjalar ke logam mulia lainnya. Harga perak turun sekitar 3,5% ke level US$72,67 per ounce, platinum melemah 2,2% ke US$1.946,15 per ounce, dan paladium turun sekitar 3% ke level US$1.478,74 per ounce.
Bagi Anda yang ingin memahami peluang trading emas, minyak, forex, maupun komoditas global lainnya, Anda dapat mencoba simulasi transaksi secara langsung melalui Demo Account Equityworld Futures. Informasi lengkap mengenai layanan dan profil perusahaan tersedia di PT Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Pelaku pasar kini akan terus memantau perkembangan konflik Timur Tengah, arah pergerakan dolar AS, harga energi global, serta data ekonomi Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi faktor utama penentu arah harga emas dalam jangka pendek. Untuk membaca berita ekonomi dan market terbaru lainnya, kunjungi Newsmaker.id.
