Harga minyak dunia kembali mengalami tekanan besar pada perdagangan Rabu (6/5) setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang selama ini mengganggu pasar energi global. Sentimen tersebut memicu aksi jual di pasar minyak dan membuat harga energi turun lebih dari 6% dalam satu sesi perdagangan.
Kontrak berjangka minyak Brent pengiriman Juli tercatat turun sekitar 6,2% ke level US$103,04 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah sekitar 6,6% ke level US$95,55 per barel. Pelemahan ini memperpanjang tren penurunan setelah pada sesi sebelumnya kedua kontrak juga ditutup melemah hampir 4%.
Tekanan terhadap harga minyak semakin besar setelah laporan dari Axios menyebut Washington dan Teheran tengah menyusun draft kesepakatan perang dalam format satu halaman. Donald Trump juga menyampaikan bahwa pemerintahannya akan menghentikan sementara operasi “Project Freedom”, yaitu upaya untuk memulihkan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Pantau update market terbaru, pergerakan harga minyak, emas, forex, dan indeks global melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta berbagai kanal media sosial resmi lainnya di Linktree EWF Praxis.
Langkah tersebut meningkatkan optimisme pasar bahwa jalur diplomasi antara AS dan Iran mulai menemukan titik terang. Jika ketegangan berhasil mereda dan distribusi energi kembali normal, maka risiko gangguan pasokan minyak global diperkirakan dapat berkurang dalam beberapa waktu mendatang.
Meski demikian, pasar minyak masih dibayangi risiko volatilitas tinggi. Analis dari ING menilai normalisasi arus minyak melalui Selat Hormuz akan menjadi faktor utama penentu kestabilan pasar energi dunia. Sekitar 13 juta barel per hari pasokan minyak yang sebelumnya terganggu masih menjadi perhatian besar bagi investor dan pelaku industri energi global.
Di sisi lain, penurunan harga minyak sempat tertahan oleh data persediaan energi Amerika Serikat. Data dari American Petroleum Institute menunjukkan stok minyak mentah AS turun tajam sebesar 8,1 juta barel dalam sepekan terakhir. Persediaan bensin dan distilat juga mengalami penurunan signifikan, menandakan pasokan energi domestik mulai mengetat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun pasar mulai optimistis terhadap peluang perdamaian, keseimbangan pasokan energi global masih cukup rapuh dan sensitif terhadap perkembangan geopolitik maupun gangguan distribusi minyak dunia.
Bagi Anda yang ingin mempelajari peluang trading minyak, emas, forex, maupun komoditas global lainnya, Anda dapat mencoba simulasi transaksi secara langsung melalui Demo Account Equityworld Futures. Informasi lengkap mengenai layanan dan profil perusahaan tersedia di PT Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Pelaku pasar kini akan terus memantau perkembangan negosiasi AS–Iran, kondisi pasokan energi global, serta data persediaan minyak Amerika Serikat yang diperkirakan masih menjadi faktor utama penggerak harga minyak dalam jangka pen
