Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Konflik AS-Iran Memanas Lagi, Harga Minyak Ngebut ke US$101 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Mendahului pengumuman penundaan serangan. Selain itu, gencatan senjata, yang kala itu sempat menekan harga minyak cukup dalam., terjadi Sebagian besar transaksi tersebut berupa posisi short atau taruhan harga turun yang dilakukan.
Pelaku pasar kini kembali fokus pada risiko pasokan energi global.
// .
Reuters menyampaikan informasi lonjakan harga dipicu saling tuding antara Washington. Selain itu, Teheran terkait pelanggaran gencatan senjata yang telah berlangsung sekitar satu bulan.
Mengacu data Refinitiv per pukul 09.30 WIB, harga minyak Brent tercatat US$101,44 per barel, naik satu,38% dibanding penutupan sehari sebelumnya di US$100,06 per barel.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa kepala negara AS Donald Trump pada Kamis waktu setempat masih menyatakan gencatan senjata tetap berlaku, meski bentrokan terbaru kembali pecah..
Selat Hormuz selama perang berlangsung mengalami gangguan besar, padahal jalur ini menjadi nadi perdagangan minyak dunia.
Di tengah situasi itu, pasar, ditambah lagi dengan diguncang penyelidikan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) AS terhadap transaksi minyak senilai US$tujuh miliar yang terjadi menjelang pengumuman penting Donald Trump terkait perang Iran.
Pasca ketegangan antara Amerika Serikat (AS). Selain itu, Iran pecah lagi di tengah upaya menjaga gencatan senjata, kemudian Jakarta, EWF Praxis – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat pagi (delapan/lima/2026),.
Dari hasil penelusuran, kenaikan hari ini sekaligus menghentikan tren pelemahan tiga hari beruntun yang sempat menyeret Brent dari level US$109,87 per barel pada lima pada Mei menjadi hanya US$100,06 per barel pada perdagangan kemarin..
Iran menuding AS menyerang kapal tanker minyak. Selain itu, wilayah sipil di sekitar Selat Hormuz..
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat satu,07% ke posisi US$95,82 per barel dari sebelumnya US$94,81 per barel..
Pasar yang sebelumnya berharap jalur damai segera terbuka kini kembali dihantui risiko gangguan pasokan dari Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima suplai minyak. Selain itu, gas dunia..
Di sisi lain, AS menyebut serangan dilakukan sebagai balasan atas tembakan Iran terhadap kapal angkatan laut AS yang melintas di kawasan tersebut.
Data terkini menunjukkan bahwa analis IG Tony Sycamore dalam catatannya menyebut kondisi suplai masih ketat sementara kesepakatan damai masih sulit dicapai..
Perkembangan terkait Konflik AS-Iran Memanas Lagi, Harga Minyak Ngebut ke US$101 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Asing Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Lanjut Koreksi
- Terungkap! Ada Transaksi Jumbo Rp3,6 T di Emiten Konglomerat
