0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

Harga minyak dunia kembali menguat setelah pasar menilai bentrokan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengganggu proses perdamaian yang selama ini diharapkan dapat meredakan krisis energi global. Ketidakpastian geopolitik di kawasan Teluk membuat pelaku pasar kembali memasukkan premi risiko ke dalam harga minyak, terutama karena ancaman terhadap jalur distribusi energi utama dunia masih belum mereda.

Minyak Brent diperdagangkan di kisaran US$101 per barel meski secara mingguan masih mengalami tekanan. Investor terus mencermati perkembangan negosiasi antara Washington dan Teheran terkait proposal penghentian perang sekaligus pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting yang selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dan gas dunia.

Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar market global, trading, dan edukasi finansial lainnya, kunjungi media sosial resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya melalui Linktree EWF Praxis.

Pasar energi saat ini masih fokus pada kondisi Selat Hormuz yang praktis tertutup sejak konflik pecah pada akhir Februari. Penutupan jalur tersebut memicu salah satu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah modern, dengan banyak pengiriman minyak tertunda dan beberapa fasilitas produksi di kawasan Timur Tengah ikut terdampak. Kondisi ini membuat harga minyak sangat sensitif terhadap perkembangan militer maupun diplomasi.

Ketegangan meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terhadap kapal tanker Iran yang disebut mencoba menembus blokade laut. Washington juga dikabarkan menyerang lokasi peluncuran drone dan rudal yang dianggap mengancam kapal perang Amerika di kawasan Teluk. Iran merespons keras tindakan tersebut dan menilai AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan.

Bagi Anda yang ingin mempelajari peluang trading komoditas seperti emas dan minyak, Anda dapat mencoba simulasi trading melalui akun demo resmi di Demo Trading Equityworld Futures.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata masih berlaku meski ketegangan kembali meningkat. Namun ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah yang lebih keras apabila kesepakatan damai gagal tercapai. Pernyataan tersebut membuat pasar bergerak fluktuatif karena investor masih menimbang peluang tercapainya diplomasi dibanding potensi konflik berkepanjangan.

Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa konflik telah menyebabkan hilangnya jutaan barel pasokan minyak per hari dari pasar global. Pemulihan produksi diperkirakan tidak akan berlangsung cepat, sehingga volatilitas harga minyak masih akan tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Dengan negosiasi yang belum menemukan titik terang, pasar energi global diperkirakan tetap bergerak sensitif terhadap setiap perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah.

Baca berita dan analisis market terbaru lainnya hanya di Newsmaker Indonesia serta kenali lebih lanjut profil perusahaan PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya melalui PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *