0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ekonom DBS Ramal Tantangan Rupiah Masih Besar di Kuartal II yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pasca pada pembukaan perdagangan pagi tadi sempat melemah nol,06% ke level Rp17 .500/US$., kemudian Kondisi ini sekaligus membalikkan arah rupiah.

Senior Economist and Executive Director DBS Bank, Radhika Rao menyatakan hal ini lantaran ketegangan. Selain itu, kekhawatiran dari situasi geopolitik saat ini masih akan berlanjut..

Tetapi masalahnya, pelemahan rupiah yang tetap berlanjut menandakan adanya tekanan eksternal terhadap rupiah masih kuat. Demikian informasi yang berhasil dihimpun..

Namun, Rao tidak merincikan lebih detil berapa proyeksi nilai tukar rupiah di semester II-2026.

Rao menyebut langkah-langkah itu sebenarnya sudah umum dilakukan banyak bank sentral Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..

Dengan tujuan menahan pelemahan mata uang garuda, dilakukan Menurutnya, bank sentral sebenarnya sudah melakukan berbagai langkah.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level senilai Rp17 .460/US$ atau menguat nol,tujuh belas%.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa jakarta, EWF Praxis – Ekonom DBS Bank memproyeksikan nilai tukar rupiah masih akan mengalami pelemahan lebih lanjut terhadap dolar AS padaΒ kuartal II-2026. Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..

Selain itu, ada beberapa ketidakpastian lain seperti implementasi penilaian terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada satu Juni lalu mendatang, kebijakan fiskal pemerintah,. Selain itu, penetapan tingkat suku acuan acuan oleh Bank Nusantara (BI)..

Seperti, Rao menyebut seperti yang dikutip, “intervensi pintar” yakni intervensi yang terukur di pasar valuta asing (valas).

Seperti yang dikutip, “Jadi, dengan menggabungkan semua hal ini, kami memperkirakan sedikit lebih banyak pelemahan Rupiah pada kuartal ini,” kata Rao saat online briefing DBS Research, Rabu (tiga belas/lima/2026)..

Sebab, DBS Research Group masih memperhitungkan lebih lanjut..

Dengan tujuan menjaga stabilitas rupiah, memastikan kebutuhan valuta asing (FX) di pasar tetap tersedia, memperketat transaksi valas, guna mewujudkan tidak ada spekulasi berlebihan tanpa underlying transaksi nyata., dilakukan Kemudian aktif di instrumen Domestic Non-Deliverable Forward.

Dampak dari Hal ini disebabkan oleh itu, Rao menilai BI mungkin perlu membantu stabilisasi rupiah lewat kebijakan tambahan saat rapat bulan ini. Adalah Oleh.

Perkembangan terkait Ekonom DBS Ramal Tantangan Rupiah Masih Besar di Kuartal II akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *