0 0
Read Time:3 Minute, 36 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Pasokan Terganggu, Harga Minyak Tembus US$107 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Sejumlah negara lain disebut mulai menjajaki pola serupa. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..

Jakarta, EWFΒ Nusantara – Harga minyak dunia masih bertahan di zona panas.

Kondisi itu membuat pelaku pasar khawatir gangguan pasokan akan berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan awal.

Dari hasil penelusuran, dampak dari Hal ini disebabkan oleh Iran mempertegas kontrol atas Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak. Selain itu, LNG dunia adalah Situasi makin rumit.

Sebelumnya, asumsi penutupan hanya sampai bulan April..

Harga bensin AS pun diperkirakan naik menjadi rata-rata US$tiga,88 per galon tahun ini..

Namun harga tinggi mulai memukul permintaan.

EIA memangkas proyeksi pertumbuhan konsumsi minyak global tahun ini menjadi hanya 200 ribu barel per hari, turun jauh dari estimasi sebelumnya 600 ribu barel per hari.

Sebagaimana diberitakan, kepala negara Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pembicaraan gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi disebutkan dalam keterangan, “life support”.

Secara global, stok minyak dunia diperkirakan menyusut dua,enam juta barel per hari sepanjang tahun ini.

// Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..

Pasca pasar terus dihantui ketidakpastian perang Iran. Selain itu, ancaman gangguan pasokan global., kemudian Di sisi lain, Perdagangan Rabu pagi (tiga belas/lima/2026) memang bergerak sedikit melemah, berbeda dengan Berbeda dengan itu, posisi harga tetap berada di level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam tiga sesi perdagangan terakhir saja, Brent sudah melesat hampir enam%, dari US$101,29 per barel pada delapan periode Mei menjadi di atas US$107 per barel.

Lebih dari itu, melonjak lebih dari US$enam dalam periode yang sama. Semakin memperkuat WTI.

Angka tersebut naik dari proyeksi sebelumnya sembilan,satu juta barel per hari.

Pasca negosiasi kembali mentok, kemudian Konsekuensi dari tuntutan Iran yang meminta penghentian perang di seluruh front konflik, pencabutan blokade laut AS, pemulihan ekspor minyak Iran, hingga kompensasi kerusakan perang. Memicu Pernyataan itu keluar.

Data terkini menunjukkan bahwa meski terkoreksi pagi ini, reli minyak masih sangat terasa Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..

Dari hasil penelusuran, bahkan Houlihan Lokey memperkirakan kekurangan suplai global bisa mencapai empat belas juta barel per hari Demikian informasi yang berhasil dihimpun..

Posisi ini turun tipis nol,64% dibanding penutupan sebelumnya di US$107,77 per barel.

Menurut sumber terpercaya, kondisi ini mempertebal sentimen bullish di pasar energi..

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa seandainya gangguan ekspor melalui Hormuz terus berlanjut., konsekuensinya Saudi Aramco, ditambah lagi dengan memperingatkan stabilitas pasar minyak kemungkinan baru pulih penuh pada 2027.

Data terkini menunjukkan bahwa sebulan lalu, estimasinya hanya sekitar 300 ribu barel per hari..

Berdasarkan Refinitiv pada Rabu (tiga belas/lima/2026) pukul 09.30 WIB, harga minyak Brent berada di US$107,08 per barel.

Pasar sedang menghadapi tekanan pasokan dalam skala besar.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$101,56 per barel, melemah nol,61% dari posisi Selasa di US$102,delapan belas per barel..

Dampak dari Hal ini disebabkan oleh China masih menjadi pembeli utama minyak Iran. Selain itu, memiliki pengaruh diplomatik besar dalam konflik tersebut. Adalah Pertemuan tersebut dipandang penting.

Badan Informasi Energi AS (EIA) kini memperkirakan Selat Hormuz efektif tertutup hingga akhir bulan Mei.

Reuters menyampaikan informasi Teheran mulai memperluas pengaruhnya di kawasan tersebut, termasuk membuka kesepakatan pengiriman energi dengan Pakistan. Selain itu, Irak Demikian informasi yang berhasil dihimpun..

Pasar kini semakin pesimistis terhadap peluang damai di Timur Tengah.

Menurut sumber terpercaya, lembaga itu memperkirakan kehilangan pasokan minyak Timur Tengah mencapai sepuluh,delapan juta barel per hari pada periode Mei.

Di sisi lain, stok minyak AS ikut menipis.

Persediaan bahan bakar, ditambah lagi dengan diperkirakan ikut menyusut.

Sebagaimana diberitakan, survei Reuters memperkirakan persediaan minyak mentah Amerika turun sekitar dua,satu juta barel pekan lalu.

Pasar kini menunggu pertemuan Trump. Selain itu, kepala negara China Xi Jinping pada Kamis-Jumat pekan ini Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..

Perkembangan terkait Pasokan Terganggu, Harga Minyak Tembus US$107 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *