0 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

Harga minyak dunia bergerak relatif stabil menjelang pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Pelaku pasar masih berhati-hati karena konflik Iran yang belum menunjukkan tanda penyelesaian cepat terus membayangi pasar energi global dan memengaruhi arah diplomasi internasional.

Di sesi perdagangan Asia, minyak Brent diperdagangkan di bawah level US$106 per barel setelah sebelumnya turun sekitar 2% pada sesi sebelumnya. Pada pukul 08:02 waktu Singapura, Brent kontrak Juli berada di level US$105,52 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Juni bergerak relatif stabil di sekitar US$100,99 per barel. Investor kini menunggu sinyal dari pertemuan Trump dan Xi yang dinilai dapat memengaruhi arah pasar energi global dalam jangka pendek.

Pantau update market terbaru, analisa harian, dan berita ekonomi global melalui Instagram resmi kami di
Equityworld Praxis Official Instagram

Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa pembicaraan perdagangan akan menjadi prioritas utama dibanding isu konflik Timur Tengah. Namun pasar tetap mencermati posisi China sebagai pembeli terbesar minyak Iran, sehingga setiap perkembangan diplomatik antara kedua negara berpotensi berdampak besar terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Dari sisi fundamental, International Energy Agency (IEA) menilai pasar minyak global masih berada dalam kondisi kekurangan pasokan akibat gangguan distribusi di kawasan Teluk Persia. IEA bahkan memperingatkan bahwa pasar dapat tetap mengalami tekanan suplai hingga Oktober meskipun konflik berakhir dalam waktu dekat. Gangguan logistik dan terbatasnya aktivitas pengiriman dari kawasan tersebut menjadi faktor utama yang menahan pemulihan pasokan minyak dunia.

Pelajari lebih lanjut mengenai layanan investasi dan produk trading bersama
PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui akun demo gratis di
Demo Trading Equityworld Futures

Penutupan efektif Selat Hormuz juga masih menjadi perhatian utama pasar. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan arus minyak mentah dan bahan bakar melalui jalur tersebut turun hampir 6 juta barel per hari sejak konflik dimulai pada akhir Februari. Meski gencatan senjata telah berlaku sejak awal April, proses menuju kesepakatan damai dinilai masih sangat minim sehingga distribusi energi global belum kembali normal.

Selain itu, tekanan terhadap ekspor minyak Iran juga meningkat akibat blokade angkatan laut AS terhadap sejumlah pelabuhan utama Iran. Laporan citra satelit menunjukkan aktivitas ekspor di terminal Pulau Kharg kembali melemah tanpa adanya kapal tanker yang terlihat bersandar dalam beberapa periode terakhir. Amerika Serikat juga dikabarkan menambah sanksi terkait penjualan minyak Iran ke China menjelang berlangsungnya KTT Trump-Xi.

Risiko tambahan muncul dari berakhirnya waiver sanksi AS yang sebelumnya mengizinkan pembelian minyak Rusia β€œon water.” Situasi ini berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap kilang-kilang di India yang selama ini menjadi salah satu pembeli utama minyak Rusia. Pasar kini menunggu apakah pertemuan Trump dan Xi akan menghasilkan sinyal de-eskalasi konflik atau justru memperpanjang ketidakpastian pasokan energi global.

Ikuti juga perkembangan berita ekonomi dan finansial terbaru melalui
Newsmaker Indonesia
serta akses seluruh media sosial perusahaan melalui
Linktree EWF Praxis

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *