Harga emas dan perak kembali mengalami tekanan tajam setelah pelaku pasar mulai mengubah ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Emas berjangka di New York tercatat turun 3,1% ke level US$4.543,90 per troy ounce dan berpotensi mencatat pelemahan mingguan lebih dari 4%. Sementara itu, harga perak terkoreksi lebih dalam hingga hampir 10% ke posisi US$77,08 per ounce.
Tekanan terhadap logam mulia muncul seiring melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik geopolitik yang masih berlangsung. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat kembali meningkat sehingga pasar mulai memperkirakan The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Situasi ini membuat daya tarik aset safe haven seperti emas dan perak mulai berkurang karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Untuk mendapatkan update market terbaru, analisa harian, dan informasi seputar trading lainnya, kunjungi Instagram resmi kami di
Equityworld Praxis Official Instagram
Selain faktor inflasi, data ekonomi Amerika Serikat yang masih cukup solid juga memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed yang tetap agresif. Hal tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, terutama Treasury tenor dua tahun yang menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan yield obligasi menjadi sentimen negatif bagi logam mulia karena investor cenderung beralih ke instrumen yang menawarkan return lebih tinggi.
Di sisi lain, penguatan dolar AS turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas dan perak. Indeks dolar AS (DXY) tercatat naik 0,4% ke level 99,23 sehingga membuat harga komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Kombinasi penguatan dolar, naiknya yield obligasi, dan kekhawatiran inflasi energi menjadi faktor utama yang membebani pergerakan logam mulia dalam jangka pendek.
Pelajari lebih lanjut mengenai produk investasi dan profil perusahaan melalui website resmi
PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Anda juga dapat mencoba fitur trading melalui akun demo gratis di
Demo Trading Equityworld Futures
Meski tekanan pasar masih cukup besar, risiko geopolitik global diperkirakan tetap dapat menahan penurunan emas dan perak agar tidak bergerak terlalu dalam. Selama ketidakpastian global dan arah kebijakan moneter AS masih menjadi perhatian utama investor, volatilitas harga logam mulia diperkirakan akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Ikuti juga berbagai update berita ekonomi dan finansial terbaru melalui portal berita resmi kami di
Newsmaker Indonesia
dan akses seluruh sosial media perusahaan melalui
Linktree EWF Praxis
