0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Harga emas spot bergerak menguat tipis pada sesi perdagangan Amerika Serikat Rabu (20/5) setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak akhir Maret. Emas spot tercatat naik sekitar 0,4% ke level US$4.502,50 per ounce, sementara emas berjangka masih melemah tipis 1,1% ke US$4.508,00 per ounce setelah menahan sebagian tekanan di awal sesi.

Pergerakan emas terjadi di tengah tarik-menarik sentimen antara lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS, penguatan dolar, dan optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Investor masih berhati-hati karena arah kebijakan moneter dan perkembangan geopolitik terus memengaruhi pasar logam mulia.

Pantau update market terbaru, analisa harian, dan berita ekonomi global melalui Instagram resmi kami di
Equityworld Praxis Official Instagram

Yield obligasi Treasury AS tenor 30 tahun melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua dekade terakhir. Kenaikan yield tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi dan tingginya biaya pinjaman. Kondisi ini biasanya menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen obligasi.

Selain itu, penguatan dolar AS turut menambah tekanan terhadap harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri sehingga membatasi permintaan global terhadap logam mulia. Meski demikian, pasar masih melihat peluang penguatan emas apabila ketidakpastian geopolitik kembali meningkat.

Pelajari lebih lanjut mengenai layanan investasi dan produk trading bersama
PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui akun demo gratis di
Demo Trading Equityworld Futures

Optimisme pasar mulai muncul setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa konflik dengan Iran bisa berakhir β€œsangat cepat.” Pernyataan tersebut muncul setelah AS sebelumnya menunda rencana serangan baru atas permintaan sejumlah negara Teluk. Wakil Presiden JD Vance juga menyebut bahwa Teheran menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan damai dengan Washington.

Di sisi energi, beberapa supertanker mulai kembali melintasi Selat Hormuz, termasuk kapal tanker berbendera China dan Korea Selatan. Perkembangan ini dinilai sebagai sinyal awal potensi pemulihan distribusi minyak global melalui jalur strategis tersebut setelah sebelumnya hampir tertutup sejak konflik pecah pada akhir Februari.

Harga minyak pun mulai merespons sentimen positif tersebut meskipun masih bertahan jauh di atas level sebelum perang. Pemulihan aliran energi melalui Selat Hormuz diharapkan dapat membantu meredakan tekanan harga energi global dan mengurangi kekhawatiran inflasi yang selama ini menjadi perhatian utama pasar.

Investor saat ini juga menunggu publikasi risalah rapat Federal Reserve (FOMC Minutes) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga AS ke depan. Kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan emas, terutama dalam kaitannya dengan inflasi, dolar AS, dan permintaan aset safe haven.

Ikuti juga perkembangan berita ekonomi dan finansial terbaru melalui
Newsmaker Indonesia
serta akses seluruh media sosial perusahaan melalui
Linktree EWF Praxis

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *