0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (29/5), sekaligus mencatat penurunan mingguan terbesar sejak awal April. Pelemahan ini terjadi karena pelaku pasar memilih menunggu kejelasan mengenai perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terkait kemungkinan gencatan senjata yang dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi global.

Minyak Brent kontrak Juli yang berakhir pada Jumat ditutup di level US$92,05 per barel, turun sekitar 1,8% dibandingkan sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) juga terkoreksi 1,7% dan berakhir di level US$87,36 per barel. Penurunan tersebut mencerminkan sikap hati-hati investor yang mulai mengurangi premi risiko geopolitik setelah muncul berbagai laporan mengenai peluang tercapainya kesepakatan damai di kawasan Timur Tengah.

Untuk memperoleh informasi terkini mengenai pasar energi, komoditas, serta berbagai peluang investasi global, kunjungi website PT Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Anda juga dapat mengikuti berbagai update dan edukasi pasar melalui media sosial resmi perusahaan di https://linktr.ee/ewfprx.

Meskipun demikian, pasar masih menghadapi ketidakpastian yang cukup besar. Konflik yang telah berlangsung selama sekitar tiga bulan antara Amerika Serikat dan Iran beberapa kali memunculkan harapan bahwa penyelesaian damai sudah dekat, namun berbagai perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa proses negosiasi masih penuh tantangan. Situasi ini membuat harga minyak bergerak sangat sensitif terhadap setiap pernyataan maupun laporan terbaru yang muncul dari kedua belah pihak.

Perhatian utama pasar saat ini tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi penghubung bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Perbedaan pandangan mengenai mekanisme pembukaan kembali jalur tersebut menjadi salah satu isu penting dalam negosiasi. Beberapa laporan menyebut Iran ingin tetap menerapkan aturan tertentu dalam pengelolaan lalu lintas pelayaran, sementara pihak Amerika Serikat mendorong agar jalur tersebut dibuka sepenuhnya tanpa hambatan yang dapat mengganggu arus perdagangan energi global.

Dalam jangka pendek, pergerakan harga minyak diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan diplomatik dan kepastian mengenai status operasional Selat Hormuz. Setiap konfirmasi resmi terkait gencatan senjata maupun pembukaan jalur pelayaran tersebut berpotensi memicu pergerakan harga yang signifikan. Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading menggunakan dana virtual, akun demo dapat diakses melalui https://demo.ew-futures.com/login. Jangan lupa mengikuti update pasar harian melalui Instagram resmi https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official serta membaca berita ekonomi dan investasi terkini di https://www.newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *