
Harga emas mtkelanjuan penguatan pada perdagangan Selasa (16/6) setelah sentimen pasar membaik tercapainya kesepakatan perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan harga minyak dunia setelah pengumuman tersebut membantu meredakan kekhawatiran inflasi global, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.
Pada perdagangan pagi waktu New York, harga emas spot naik sekitar 0,6% menjadi US$4.335,27 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas menguat 0,1% ke level US$4.354,75 per ons. Kenaikan ini memperpanjang reli yang telah terjadi sehari sebelumnya setelah adanya kabar pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dunia. Ikuti berbagai informasi pasar dan edukasi investasi terbaru melalui media sosial resmi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://linktr.ee/ewfprx.
Pulihnya arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz membuat harga energi mengalami tekanan, sehingga kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi mulai mereda. Kondisi tersebut mendorong ekspektasi bahwa tekanan suku bunga dapat berkurang, memberikan keuntungan bagi emas yang selama ini menjadi pilihan investasi ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.
Selain itu, dolar Amerika Serikat turut mengalami pelemahan seiring membaiknya sentimen pasar global. Selama konflik berlangsung, dolar banyak diburu sebagai aset perlindungan, namun meredanya risiko geopolitik membuat permintaan tersebut berkurang. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk investasi dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, kunjungi https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis.
Pelaku pasar juga mencermati perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun mengalami penurunan, sehingga semakin memperkuat prospek positif bagi harga emas. Di saat yang sama, perhatian investor juga tertuju pada keputusan Bank of Japan dan Reserve Bank of Australia yang memberikan sinyal berbeda terhadap arah kebijakan moneternya.
Ke depan, pergerakan emas diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, stabilitas harga minyak, serta arah kebijakan bank sentral global. Selama tekanan inflasi tetap terkendali dan dolar AS bergerak melemah, logam mulia masih berpotensi mempertahankan tren positifnya. Jangan lewatkan berita ekonomi dan analisis pasar terbaru di https://www.newsmaker.id serta ikuti update harian melalui Instagram resmi https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.
