
Harga perak melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (16/6) di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat dan turunnya harga minyak dunia. Kondisi tersebut memberikan sentimen positif bagi logam mulia, dengan harga spot perak (XAG/USD) diperdagangkan di sekitar US$70,19 per ons setelah bergerak dalam kisaran harian US$69,07 hingga US$71,22 per ons.
Penguatan ini terjadi ketika investor mulai menyesuaikan portofolio menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang dinantikan pasar. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, perak sangat dipengaruhi oleh arah suku bunga, pergerakan imbal hasil obligasi, serta nilai tukar dolar AS. Untuk memperoleh informasi seputar edukasi investasi dan perkembangan pasar finansial, kunjungi media sosial resmi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya melalui https://linktr.ee/ewfprx.
Di sisi lain, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada perkembangan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan akan terbukanya kembali Selat Hormuz memberikan optimisme terhadap stabilitas pasokan energi global, meskipun ketidakpastian geopolitik masih membayangi setelah muncul pernyataan dari Hezbollah terkait proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Membaiknya kondisi geopolitik memang mengurangi minat investor terhadap aset safe haven, namun dampaknya terhadap pergerakan perak masih relatif terbatas. Pelemahan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar masih menjadi faktor utama yang menopang harga logam mulia tersebut. Informasi lebih lengkap mengenai layanan investasi dan profil perusahaan dapat dilihat melalui website PT Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis.
Penurunan harga minyak juga turut membantu meredakan tekanan inflasi global. Apabila inflasi terus melandai, bank sentral memiliki ruang yang lebih besar untuk mempertahankan suku bunga tanpa pengetatan tambahan. Kondisi ini dapat mengurangi opportunity cost dalam memiliki aset non-yielding seperti perak, sehingga berpotensi menjaga minat investor terhadap komoditas tersebut.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada hasil pertemuan Federal Reserve, proyeksi ekonomi terbaru, serta perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Selama dolar AS masih berada dalam tekanan dan ekspektasi suku bunga tetap moderat, harga perak diperkirakan masih memiliki peluang untuk bertahan di jalur penguatan. Ikuti berita ekonomi dan analisis pasar terbaru melalui https://www.newsmaker.id atau dapatkan update harian melalui Instagram resmi di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.
