0 0
Read Time:2 Minute, 13 Second

Harga emas kembali mengalami tekanan dan sempat bergerak di bawah level psikologis US$4.100 per troy ounce. Pelemahan ini terjadi setelah gejolak di pasar saham global, khususnya sektor teknologi di Wall Street, mendorong investor melakukan aksi jual pada berbagai aset, termasuk logam mulia. Saat artikel ini ditulis, harga emas berada di kisaran US$4.102 per troy ounce, sementara sentimen pasar masih cenderung berhati-hati.

Bagi investor yang ingin memahami lebih dalam mengenai peluang investasi dan perdagangan berjangka, kunjungi website resmi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis untuk mengenal profil perusahaan serta berbagai produk investasi yang tersedia.

Penurunan harga emas juga terlihat setelah spot gold sempat menyentuh area US$4.083,77 per troy ounce, level terendah dalam dua pekan terakhir. Tidak hanya emas, logam mulia lainnya turut terkoreksi. Harga perak turun sekitar 1,1% ke US$60,86 per ounce, sementara platinum dan paladium juga bergerak melemah. Kondisi ini menunjukkan tekanan yang terjadi cukup merata di pasar logam mulia global.

Untuk mendapatkan informasi pasar, edukasi investasi, dan berbagai update terbaru dari perusahaan, Anda dapat mengikuti media sosial resmi melalui Linktree berikut: https://linktr.ee/ewfprx atau Instagram resmi di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.

Salah satu faktor utama yang membebani harga emas adalah meningkatnya kebutuhan likuiditas investor. Ketika pasar saham mengalami penurunan tajam, sebagian pelaku pasar memilih menjual aset yang masih mencatat keuntungan, termasuk emas, guna menutupi kerugian pada instrumen lainnya. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun dikenal sebagai aset safe haven, emas tetap dapat mengalami tekanan saat terjadi aksi jual besar-besaran di pasar keuangan.

Di sisi lain, penguatan dolar AS turut memperbesar tekanan terhadap logam mulia. Indeks dolar yang sempat menguat membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar. Selain itu, arus dana yang mengalir ke obligasi pemerintah AS mencerminkan sikap defensif investor terhadap ketidakpastian pasar sekaligus mengurangi minat terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Bagi Anda yang ingin mencoba fitur trading tanpa risiko menggunakan dana virtual, tersedia fasilitas akun demo yang dapat diakses melalui https://demo.ew-futures.com/login. Sementara itu, berbagai berita ekonomi, pasar keuangan, dan investasi terkini juga dapat diikuti melalui portal berita https://www.newsmaker.id.

Tekanan terhadap emas semakin bertambah seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu tinggi setelah reli panjang yang didorong perkembangan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi mempertahankan kebijakan moneter yang ketat turut membatasi ruang penguatan emas. Dengan suku bunga yang berpotensi tetap tinggi, daya tarik logam mulia cenderung berkurang karena investor dapat memperoleh imbal hasil yang lebih menarik dari instrumen berbasis bunga.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *