0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Harga emas kembali bergerak melemah pada perdagangan Jumat dan memperpanjang tren penurunan yang telah berlangsung selama empat minggu berturut-turut. Di pasar spot, emas diperdagangkan di kisaran US$3.998,74 per ons, sedangkan kontrak berjangka Amerika Serikat berada di sekitar US$4.015,90 per ons. Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS yang membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, ditambah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Untuk memperoleh informasi seputar layanan investasi dan profil perusahaan, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Anda juga dapat mengikuti berbagai informasi dan aktivitas terbaru melalui media sosial resmi perusahaan di https://linktr.ee/ewfprx.

Secara keseluruhan, emas diperkirakan mencatat pelemahan hampir 4% dalam sepekan dan sekitar 12% sepanjang bulan ini. Tekanan tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga logam mulia lainnya. Harga perak turun sekitar 2,5% ke level US$56,44 per ons, sementara platinum melemah 1,8% menjadi US$1.573,60 per ons, sekaligus menandai pekan ketujuh berturut-turut mengalami penurunan.

Kenaikan nilai dolar AS dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat yang masih menunjukkan tekanan cukup tinggi. Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) sebagai acuan inflasi pilihan Federal Reserve tercatat naik 4,1% secara tahunan pada Mei, menjadi level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Kondisi tersebut memperkuat pandangan pasar bahwa bank sentral AS masih berpotensi mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk meredam inflasi.

Bagi Anda yang ingin memahami mekanisme perdagangan di pasar berjangka tanpa menggunakan dana riil, manfaatkan fasilitas akun demo melalui https://demo.ew-futures.com/login. Selain itu, ikuti update pasar dan edukasi investasi terbaru melalui Instagram resmi di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.

Saat ini pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 63% bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga pada September. Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi umumnya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan data ekonomi, kebijakan bank sentral, serta dinamika pasar global yang dapat memicu pergerakan harga emas. Untuk membaca berita ekonomi dan pasar keuangan lainnya, kunjungi https://www.newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *