
Harga emas dunia masih bergerak dalam kisaran terbatas setelah sebelumnya mengalami tekanan yang cukup tajam. Pada perdagangan pagi di Singapura, harga emas spot tercatat melemah tipis sekitar 0,23% ke level US$4.004,84 per troy ounce. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih bersikap hati-hati sambil mencermati perkembangan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat memengaruhi arah pasar komoditas global.
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai layanan dan produk investasi dari PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya, kunjungi website resmi kami di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Anda juga dapat memperoleh berbagai informasi dan edukasi pasar melalui media sosial resmi kami di https://linktr.ee/ewfprx.
Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Iran dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar. Namun, pemerintah Iran menegaskan hanya akan mengirimkan delegasi teknis dan belum berencana mengadakan pertemuan langsung dengan perwakilan Washington. Perbedaan sikap tersebut membuat optimisme pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai masih terbatas sehingga investor memilih menunggu kepastian lebih lanjut.
Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada rencana Iran untuk meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Kebijakan tersebut mendapat penolakan dari Amerika Serikat, sejumlah negara Eropa, dan negara-negara Teluk Arab karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia. Selama ketidakpastian ini masih berlangsung, risiko terhadap pasokan minyak dan gas diperkirakan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga komoditas.
Ikuti berbagai informasi terkini seputar pasar keuangan, edukasi investasi, dan aktivitas perusahaan melalui Instagram resmi kami di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official. Jika Anda ingin mengenal mekanisme perdagangan tanpa menggunakan dana riil, manfaatkan fasilitas akun demo gratis di https://demo.ew-futures.com/login.
Sejak konflik dimulai pada akhir Februari, harga emas telah terkoreksi hampir 24% dan bahkan sempat turun di bawah level US$4.000 per troy ounce pada pekan lalu. Tekanan tersebut dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi yang berpotensi membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sementara itu, keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang mempertahankan posisi Gubernur The Fed Lisa Cook dinilai memperkuat independensi Federal Reserve di tengah tekanan politik terkait kebijakan suku bunga. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak, platinum, dan palladium juga mencatat penguatan. Untuk memperoleh berita ekonomi, komoditas, dan pasar global terbaru setiap hari, kunjungi juga https://www.newsmaker.id.
