
Morgan Stanley merevisi turun proyeksi harga minyak dunia setelah melihat pemulihan aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Selain membaiknya jalur distribusi energi tersebut, produksi minyak Amerika Serikat yang tetap tinggi serta lemahnya permintaan dari China turut meningkatkan potensi kelebihan pasokan di pasar global. Kombinasi faktor tersebut membuat prospek harga minyak dalam beberapa kuartal ke depan dinilai cenderung lebih rendah.
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk investasi dari PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya, kunjungi website resmi kami di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Berbagai informasi mengenai perusahaan, layanan, dan edukasi investasi juga dapat diakses melalui media sosial resmi kami di https://linktr.ee/ewfprx.
Dalam laporan terbarunya, Morgan Stanley memangkas proyeksi harga Dated Brent untuk kuartal III-2026 sebesar US$15 menjadi US$75 per barel. Bahkan, bank investasi tersebut memperkirakan harga minyak masih berpeluang turun hingga menyentuh level US$70 per barel pada kuartal III tahun depan apabila kondisi pasokan dan permintaan tetap bergerak sesuai ekspektasi saat ini.
Analis Morgan Stanley menilai ekspor minyak melalui Selat Hormuz telah kembali mendekati kondisi normal. Mereka juga menyoroti dua faktor yang selama beberapa bulan terakhir membantu menyeimbangkan pasar, yaitu tingginya ekspor minyak dari Amerika Serikat dan rendahnya impor minyak oleh China. Kedua kondisi tersebut dinilai masih berpotensi menekan laju kenaikan harga minyak dalam jangka menengah.
Ikuti perkembangan terbaru mengenai pasar keuangan, komoditas, dan edukasi investasi melalui Instagram resmi kami di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official. Anda juga dapat mencoba pengalaman trading tanpa risiko menggunakan akun demo gratis di https://demo.ew-futures.com/login.
Walaupun sempat terjadi perlambatan lalu lintas kapal setelah insiden yang melibatkan dua kapal tanker pada akhir pekan, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Morgan Stanley mencatat sebanyak 35 kapal tanker minyak dan gas keluar dari Teluk Persia melalui jalur tersebut pada Kamis, mendekati volume normal sebelum konflik pecah pada Februari. Seiring membaiknya distribusi energi, harga Brent yang sebelumnya sempat melonjak di atas US$126 per barel kini telah terkoreksi cukup tajam, dengan kontrak September ditutup di level US$73,91 per barel pada perdagangan Senin. Untuk memperoleh berita ekonomi, pasar komoditas, dan informasi finansial terkini, kunjungi juga https://www.newsmaker.id.
