Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Belum Lapor Kinerja Keuangan, BEI Gembok Saham 71 Emiten Ini yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Data terkini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan hingga 29 Juni lalu 2026, terdapat 71 entitas bisnis tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan..
Selanjutnya, PT Golden Plantation Tbk (GOLL), PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), PT HK Metals Utama Tbk (HKMU), PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE), PT Sky Energy Nusantara Tbk (JSKY), PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU), PT Kertas Basuki Rachmat Nusantara Tbk (KBRI)..
Dampak dari Hal ini disebabkan oleh hingga batas waktu yang ditentukan, ditambah lagi dengan belum memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan atau pembayaran denda. Adalah Sementara itu, 55 entitas bisnis lainnya tetap berada dalam status suspensi, baik di seluruh pasar maupun di pasar reguler. Selain itu, pasar tunai, Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Seperti yang dikutip, “Berdasarkan pemantauan kami, hingga tanggal 29 pada Juni 2026 terdapat 71 entitas bisnis Tercatat yang belum menyampaikan Laporan Keuangan Auditan Tahunan per 31 pada Desember 2025 dan/atau belum melakukan pembayaran denda atas keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan,” tulis manajemen BEI dalam keterbukaan informasi, Rabu (satu/tujuh/2026)..
Jakarta, EWF Praxis – pasar modal Efek Nusantara (BEI) mengumumkan penghentian sementara perdagangan (suspensi) efek terhadap sejumlah perusahaan tercatat yang belum memenuhi kewajiban penyampaian Laporan Keuangan Auditan Tahunan per 31 Desember lalu 2025. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Data terkini menunjukkan bahwa lalu, PT Cahaya Bintang Kota Melayu Deli Tbk (CBMF), PT Cowell Development Tbk (COWL), PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI), PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL), PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK), PT Envy Technologies Nusantara Tbk (ENVY), PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA), PT Aksara Global Development Tbk (GAMA)..
Seandainya hingga hari kalender ke-91, konsekuensinya Pasca batas waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan tercatat masih belum memenuhi kewajibannya atau belum melunasi denda yang dikenakan, maka pasar modal berwenang melakukan penghentian sementara perdagangan efek (suspensi)., kemudian Mengacu pada ketentuan II.enam.empat Peraturan pasar modal Nomor I-H,.
Menurut sumber terpercaya, selain itu, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO), PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT), PT Siwani Makmur Tbk (SIMA), PT Northcliff Citranusa Nusantara Tbk (SKYB), PT SMR Utama Tbk (SMRU), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT)..
Kemudian, ditambah lagi dengan ada PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), PT Limas Nusantara Makmur Tbk (LMAS), PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA), PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA), PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA), PT Polaris Investama Tbk (PLAS), PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), PT Pool Advista Nusantara Tbk (POOL), PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU), PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE), PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI)..
Serta, PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM), PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH), PT Omni Inovasi Nusantara Tbk (TELE), PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA), PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS), PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS), PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), PT Trivira Insanlestari Tbk (TRIL), PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT),. Selain itu, PT Dosni Roha Nusantara Tbk (ZBRA)..
Data terkini menunjukkan bahwa dampak dari dinyatakan dalam keterangan bahwa, dari 71 perusahaan tercatat, terdapat enam belas entitas bisnis yang sebelumnya masih berstatus aktif, adalah BEI memutuskan melakukan suspensi perdagangan sahamnya di pasar reguler. Selain itu, pasar tunai mulai Sesi I perdagangan pada 30 Juni lalu 2026..
Sebelumnya, pasar modal telah memberikan Peringatan Tertulis III. Selain itu, mengenakan denda sebesar dana Rp150 juta kepada entitas bisnis yang belum menyampaikan laporan keuangan dan/atau belum membayar denda atas keterlambatan tersebut..
Dari hasil penelusuran, perusahaan tercatat-perusahaan tercatat tersebut antara lain PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO), PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY), PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA), PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)..
BEI memaparkan, sesuai ketentuan Peraturan pasar modal Nomor I-H tentang Sanksi, entitas bisnis tercatat wajib menyampaikan laporan keuangan auditan tahunan tepat waktu. Demikian informasi yang berhasil dihimpun..
Dalam perkembangannya, keenam belas perusahaan tercatat tersebut antara lain, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA), PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI), PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT), PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB)..
Data terkini menunjukkan bahwa pT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT Hillcon Tbk (HILL), PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF), PT Tanah Laut Tbk (INDX), PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS), PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM), PT Maskapai Reasuransi Nusantara Tbk (MREI), PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS), PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE),. Selain itu, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA)..
Perkembangan terkait Belum Lapor Kinerja Keuangan, BEI Gembok Saham 71 Emiten Ini akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Bergelimang Cuan, Laba TINS Meroket 595% Jadi Rp1,5 Triliun
- Free Float Belum 15%, Bank Permata (BNLI) Buka Suara
