0 0
Read Time:2 Minute, 39 Second

Harga emas dunia bergerak stabil di atas level US$4.000 per troy ounce seiring pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Di sisi lain, investor juga menunggu petunjuk baru dari data ekonomi Amerika Serikat untuk memperkirakan langkah suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pada perdagangan pagi di Singapura, harga emas spot berada di kisaran US$4.006,73 per troy ounce setelah mengalami pelemahan hampir 2% dalam dua sesi terakhir akibat ekspektasi kebijakan moneter yang masih cenderung ketat.

Berdasarkan perkembangan terbaru, dua utusan Presiden AS Donald Trump telah tiba di Doha untuk melanjutkan proses diplomasi dengan Iran. Meski demikian, mediator dari Qatar menilai peluang tercapainya kesepakatan besar dalam waktu dekat masih terbatas karena belum ada agenda pertemuan langsung antara pejabat AS dan perwakilan Iran. Situasi tersebut membuat investor tetap berhati-hati dalam mengambil posisi di pasar. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai produk investasi dan profil PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya, kunjungi https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis.

Fokus pasar juga tertuju pada meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Iran kembali menegaskan komitmennya untuk mengendalikan aktivitas pelayaran di jalur strategis yang menjadi rute sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia sebelum konflik terjadi. Potensi gangguan distribusi energi dari kawasan tersebut dapat memicu kenaikan harga energi global sekaligus meningkatkan tekanan inflasi, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap prospek kebijakan suku bunga bank sentral. Ikuti juga berbagai informasi pasar dan aktivitas perusahaan melalui media sosial resmi di https://linktr.ee/ewfprx atau Instagram https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.

Sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari, harga emas telah terkoreksi sekitar 24% dan menembus sejumlah level teknikal penting, termasuk moving average 200 hari yang sering dijadikan acuan tren jangka panjang. Di saat yang sama, meskipun harga minyak mulai terkoreksi setelah sempat melonjak tajam, pelaku pasar justru meningkatkan spekulasi bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi belum mereda. Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil.

Sementara itu, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan kondisi ekonomi yang masih cukup solid. Jumlah lowongan pekerjaan pada Mei relatif stabil, mencerminkan permintaan tenaga kerja yang tetap kuat setelah pertumbuhan payroll sebelumnya. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed dapat mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama sambil mengevaluasi perkembangan inflasi. Bagi Anda yang ingin mengenal fitur trading lebih dalam, akun demo dapat dicoba secara gratis melalui https://demo.ew-futures.com/login.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak turun 0,2% menjadi US$58,46 per troy ounce, sementara platinum bergerak stabil dan palladium melemah tipis. Di sisi lain, Indeks Bloomberg Dollar Spot menguat 0,1%, memberikan tambahan tekanan terhadap emas karena dolar AS yang lebih kuat membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional. Ke depan, pergerakan emas diperkirakan masih dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi AS-Iran, dinamika harga minyak, serta arah kebijakan The Fed. Apabila mampu bertahan di atas US$4.000 dan menembus area US$4.100 per troy ounce, peluang pemulihan jangka pendek masih terbuka. Untuk membaca berita dan analisis pasar finansial lainnya, kunjungi https://www.newsmaker.id.

 

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *