0 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

Harga emas berbalik melemah pada perdagangan Senin (6/7) setelah sempat menguat dan menyentuh level tertinggi dalam dua pekan. Tekanan terhadap logam mulia datang dari kembali menguatnya dolar AS, sementara investor mulai bersiap menantikan risalah pertemuan Federal Reserve pada Juni yang dijadwalkan terbit pekan ini. Perkembangan tersebut membuat pelaku pasar kembali mencermati arah kebijakan suku bunga AS.

Pada pukul 09.02 waktu Timur AS atau 13.02 GMT, harga emas spot turun 0,7% menjadi US$4.146,67 per troy ounce. Sebelumnya, emas sempat mencapai US$4.202,13 per troy ounce, level tertinggi dalam dua pekan. Berbeda dengan pasar spot, emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus masih menguat 0,8% ke US$4.157,70 per troy ounce.

Bagi pelaku pasar yang ingin mengikuti perkembangan harga emas dan komoditas lainnya, informasi mengenai produk serta profil perusahaan dapat dipelajari melalui PT Equityworld Futures Praxis Surabaya. Pergerakan dolar, suku bunga, dan sentimen global menjadi beberapa faktor yang kerap menjadi perhatian dalam perdagangan komoditas.

Kembali menguatnya dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang membebani emas. Penguatan mata uang AS membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga dapat mengurangi permintaan terhadap logam mulia. Kondisi ini membuat kenaikan emas tertahan meskipun sebelumnya data ekonomi AS memberikan sinyal pelemahan pasar tenaga kerja.

Laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis pekan lalu memang berada di bawah ekspektasi, tetapi tekanan terhadap dolar dinilai belum terlalu besar. Analis ING menyebut data pekerjaan yang melemah belum cukup untuk mengubah posisi dolar secara signifikan karena suku bunga jangka pendek AS masih berada pada level yang relatif tinggi sejak April. Dengan kondisi tersebut, investor masih perlu mencermati apakah pelemahan pasar tenaga kerja akan benar-benar memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada risalah rapat The Fed yang akan dirilis Rabu. Dalam pertemuan Juni, bank sentral AS mempertahankan suku bunga, tetapi proyeksi para pejabat masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026 untuk mengantisipasi risiko inflasi, termasuk yang berasal dari sektor energi. Untuk mendapatkan update pasar dan informasi terbaru perusahaan, pembaca dapat mengecek Linktree Equityworld Futures Praxis atau mengikuti Instagram Equityworld Praxis.

Bagi emas, prospek suku bunga yang tetap tinggi masih menjadi tantangan. Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbunga seperti obligasi pemerintah, sedangkan emas tidak memberikan imbal hasil. Karena itu, meskipun logam mulia sempat mencatat penguatan, ruang kenaikannya masih berpotensi terbatas selama dolar tetap kuat dan Federal Reserve mempertahankan sikap yang relatif hawkish. Pembaca yang ingin mencoba fitur perdagangan melalui akun simulasi dapat mengakses Demo Akun Trading, sementara berita ekonomi lainnya tersedia di Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *