
Pergerakan harga minyak mengalami koreksi pada perdagangan Kamis (9/7) setelah sebelumnya mencatat penguatan. Pasar kembali mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah serta potensi gangguan terhadap jalur perdagangan energi global melalui Selat Hormuz.
Minyak mentah Brent tercatat turun 11 sen atau sekitar 0,1% ke level US$77,91 per barel pada pukul 13.22 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 38 sen atau 0,5% menjadi US$73,14 per barel. Meski mengalami penurunan, sentimen pasar energi masih dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap risiko geopolitik yang dapat kembali mendorong kenaikan harga.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pasar finansial, edukasi perdagangan, serta profil perusahaan, kunjungi website resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Sebelumnya, kedua acuan minyak dunia sempat mencapai level tertinggi sejak 22 Juni setelah ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat. Harga minyak juga sempat mengalami kenaikan lebih dari US$1 dalam perdagangan setelah penutupan Rabu, menyusul meningkatnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran serta serangkaian aksi balasan di kawasan tersebut.
Menurut Presiden The Fed New York John Williams, pasar masih memperkirakan harga minyak dapat mengalami penurunan dalam jangka waktu enam hingga 12 bulan mendatang. Namun, risiko geopolitik dalam jangka pendek tetap menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi volatilitas harga energi dunia.
Ikuti berbagai update terbaru seputar pasar global, aktivitas perusahaan, dan informasi finansial melalui kanal resmi kami di Linktree Equityworld Futures Praxis serta Instagram Equityworld Praxis Official Instagram untuk mendapatkan informasi terkini.
Analis Saxo Bank, Ole Hansen, menyebut kondisi pasar minyak saat ini berada dalam situasi yang penuh kewaspadaan. Menurutnya, setiap perkembangan yang dapat mengurangi peluang tercapainya kesepakatan damai berpotensi meningkatkan premi risiko pada harga minyak, terutama karena investor masih memperhitungkan kemungkinan terganggunya pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Selain faktor konflik, ancaman terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz juga menjadi perhatian pasar. Sejumlah pihak mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko perjalanan kapal dan meninjau kembali perlindungan asuransi setelah munculnya ancaman terhadap jalur transportasi energi utama dunia tersebut.
Bagi pelaku pasar, pelemahan harga minyak saat ini belum sepenuhnya mencerminkan berakhirnya tekanan. Selama ketegangan AS-Iran belum menemukan penyelesaian dan risiko gangguan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung, harga minyak diperkirakan tetap bergerak dinamis dengan peluang volatilitas tinggi. Investor yang ingin mencoba fitur transaksi dan memahami mekanisme perdagangan dapat menggunakan fasilitas demo akun melalui Demo Account Equityworld Futures.
