
harga emas mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat (10/7), bergerak ke kisaran US$4.100 per troy ounce. Penurunan tersebut membuat logam mulia mencatat koreksi sekitar 1,5% sepanjang pekan. Tekanan terhadap emas muncul seiring kenaikan harga minyak dunia serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam waktu lebih lama.
Lonjakan harga minyak yang meningkat sekitar 5% dalam sepekan setelah kembali terjadi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Kenaikan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi tekanan inflasi, sehingga peluang perubahan kebijakan suku bunga The Fed menjadi perhatian investor.
Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai perkembangan pasar komoditas, edukasi trading, serta profil perusahaan, kunjungi website resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 58% hingga 60% bahwa The Fed dapat kembali menaikkan suku bunga pada September. Ekspektasi tersebut memberikan tekanan terhadap harga emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Ketika suku bunga meningkat, biaya peluang memegang emas menjadi lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil.
Investor selanjutnya akan mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk laporan inflasi serta kesaksian Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk mendapatkan gambaran mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Risalah rapat The Fed bulan Juni juga menunjukkan adanya kekhawatiran dari sejumlah pejabat terhadap perkembangan inflasi, meskipun keputusan akhir tetap mempertahankan tingkat suku bunga.
Dapatkan berbagai informasi terbaru seputar pasar global, perkembangan ekonomi, dan aktivitas perusahaan melalui kanal resmi kami di Linktree Equityworld Futures Praxis serta Instagram Equityworld Praxis Official Instagram.
Dari pasar fisik, harga emas di India diperdagangkan dengan diskon yang cukup besar akibat tingginya volatilitas pasar. Berbeda dengan India, permintaan emas di China masih menunjukkan kestabilan. Bank sentral China juga melaporkan peningkatan cadangan emas bulanan terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun pada Juni, menunjukkan bahwa minat pembelian dari sektor resmi masih cukup kuat.
Pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh kombinasi faktor inflasi, kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta perkembangan geopolitik global. Jika harga minyak kembali meningkat dan tekanan inflasi berlanjut, emas dapat menghadapi tekanan tambahan, meskipun ketidakpastian geopolitik masih berpotensi memberikan dukungan bagi emas sebagai aset lindung nilai.
Bagi masyarakat yang ingin memahami lebih jauh mengenai mekanisme perdagangan komoditas serta mencoba fitur transaksi secara simulasi, tersedia fasilitas demo akun melalui Demo Account Equityworld Futures.
