0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

 

 

harga minyak dunia bergerak relatif stabil setelah Amerika Serikat dan Iran melanjutkan pembicaraan, meskipun ketegangan militer terbaru masih memberikan tekanan terhadap prospek gencatan senjata. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan energi global, terutama terkait aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa meningkatnya kembali konflik antara AS dan Iran dapat menghambat upaya pemulihan persediaan minyak global yang sebelumnya mengalami penurunan. Risiko gangguan pasokan yang berlangsung lebih lama menjadi perhatian utama investor karena dapat memengaruhi keseimbangan pasar energi dunia.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai perkembangan pasar komoditas, edukasi trading, serta profil perusahaan, kunjungi website resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.

Minyak mentah Brent saat ini diperdagangkan di atas level US$76 per barel dan masih berada dalam jalur kenaikan mingguan sekitar 6%, meskipun sempat mengalami koreksi pada perdagangan Kamis. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) bergerak stabil di kisaran US$72 per barel seiring investor menunggu perkembangan terbaru dari hubungan AS-Iran.

Pembicaraan teknis antara Washington dan Teheran dilaporkan masih berlangsung, namun kondisi gencatan senjata sebelumnya masih menjadi tanda tanya. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai berakhirnya kesepakatan sementara serta serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran membuat pasar tetap memperhitungkan kemungkinan meningkatnya kembali ketegangan.

Ikuti juga berbagai informasi terkini mengenai pasar global, aktivitas perusahaan, dan update finansial melalui kanal resmi kami di Linktree Equityworld Futures Praxis serta Instagram Equityworld Praxis Official Instagram.

Di tengah ketidakpastian geopolitik, pasokan energi dari kawasan Teluk menunjukkan tanda ketahanan. Uni Emirat Arab tercatat meningkatkan produksi minyak mentah ke tingkat tertinggi sepanjang masa pada bulan lalu. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya produsen kawasan Teluk untuk menjaga stabilitas pasar di tengah risiko gangguan akibat konflik.

Pergerakan harga minyak ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh kondisi lalu lintas tanker di Selat Hormuz, perkembangan negosiasi AS-Iran, serta kebijakan produksi negara-negara penghasil minyak utama. Investor juga akan mencermati perubahan struktur pasar Brent dan distribusi pasokan dari produsen besar seperti Arab Saudi sebagai indikator arah pasar energi berikutnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh mengenai mekanisme perdagangan komoditas dan mencoba fitur transaksi secara simulasi, tersedia fasilitas demo akun melalui Demo Account Equityworld Futures.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *